Toleransi Beragama Dayak Pitap Layak Diacungi Jempol

oleh -129 views
BALAI ADAT - Tempat berkumpul dan musyawarah adat Dayak Pitap.

PARINGIN,KORANBANJAR.NET – Toleransi beragama masyarakat adat Dayak Pitap diakui sangat tinggi. Hal itu dapat terlihat diantaranya saat bulan Ramadhan, di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa, mereka sangat menghormati dan menghargai. Terbukti, tak satu pun mereka yang makan minum di luar rumah.

Fenomena itu diungkapkan M Arsin, Kepala Resor Pengelolaan Hutan (KRPH) Tebing Tinggi, Rabu (08/05/2019). Ia mengemukakan, toleransi umat beragama di wilayah ini, khususnya masyarakat adat Dayak Pitap patut diapresiasi.

“Saat bulan Ramadhan. Meski mereka tidak menjalankan puasa, akan tetapi tetap menghargai saudara-saudara mereka yang muslim. Mereka tidak makan dan minum di luar rumah,” kata Arsin.

Arsin menjelaskan, masyarakat Desa Dayak Pitap dan Desa Kambiyain adalah satu rumpun adat yang bernama Dayak Pitap. Rumpun ini mencakup seluruh masyarakat adat di Kecamatan Tebing Tinggi, terutama di Desa Langkap, Ajung, Dayak Pitap, Kambiyain dan separuh Mayanau.

Masyarakat adat Dayak Pitap juga memiliki struktur organisasi yang diketuai oleh Aliudar, selaku kepala adat. Mereka terikat dengan ritual adat. Seperti Bapalas Bidan (kelahiran), Babalian Hantu (ritual mengobati orang sakit), Babalian Tahun (mehaul/acara tahunan), Aruh Bawanang (setelah panen), Aruh Sipadi (syukuran kepada sang pencipta atas keberhasilan tahunan), dan lain-lain.

Keanekaragaman keyakinan umat beragama, serta keunikan berbagai ritual adat Dayak Pitap dan keindahan alam yang dimiliki juga sangat mengedepankan “kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Namun ada sedikit keluh kesah masyarakat Dayak Pitap. “Hingga kini belum ada pengakuan pemerintah terhadap masyarakat adat. Padahal masyarakat sudah mengajukan setiap tahun. Namun selalu diberi jawaban masih dalam proses,” ceritanya.

Tentunya, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Balangan akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut. “Karena Indonesia adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Arsin. (dishutprovkalsel)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan