BNN

Tingkatkan Kapasitas Sejuta Petani dan Penyuluh, Kementan Siap Gelar Pelatihan

  • Bagikan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Foto: ist)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Foto: ist)

Sesuai jadwal yang ditentukan, pelatihan sejuta petani dan penyuluh pada 12-14 Juli 2021. Registrasi dimulai H-5 hingga H-1 dari jadwal di atas melalui aplikasi registrasi pelatihan online (daring) dengan alamat dibedakan menurut kategori petani dan penyuluh.

JAKARTA,koranbanjar.net – Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh mematok target 1,5 juta peserta dengan komposisi 1.460.197 petani dan 39.803 penyuluh.

Mengacu komposisi tersebut, setiap penyuluh akan mengikutsertakan dua kelompok tani (Poktan) beranggotakan 40 hingga 50 orang per Poktan.

Nantinya satu juta petani dan penyuluh dari seluruh Indonesia akan dilibatkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI dalam pelatihan daring (online) yang berlangsung masif pada 12-14 Juli 2021.

Tujuannya, menyiapkan SDM (sumberdaya manusia) pertanian yang berkompeten menghadapi tantangan dan perubahan cepat pada era industri 4.0.

Seperti dijelaskan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan yang terstruktur, sistematis dan masif, karena perkembangan pertanian sangat dinamis.

BACA:  Kalimantan Selatan Kembangkan Sistem Informasi Data Pariwisata Berbasis Website

SDM pertanian adalah penentu peningkatan produktivitas, kontribusinya 50 persen sementara inovasi teknologi dan regulasi masing-masing 25 persen.

SDM pertanian berkualitas, prioritas Kementan karena target produktivitas harus tinggi.

“Tujuannya, mendukung ketahanan pangan nasional maka pelatihan petani dan penyuluh menjadi fokus karena pertanian sangat dinamis,” kata Mentan Syahrul.

Dia mengimbau para petani dan penyuluh bergabung dalam pelatihan pada 12-14 Juli mendatang, sehingga seluruh program pertanian akan terakselerasi dengan baik dan hasilnya maksimal bagi kesejahteraan petani.

“Selain SDM pertanian berkualitas, jumlah mereka harus diperbanyak,” kata Mentan.

Tujuannya, akselerasi pencapaian target berbasis standardisasi tinggi. Dengan begitu, kuota ekspor pertanian akan terus naik.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi memastikan bahwa Kementan tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Pertanian posisinya penting bagi ketahanan pangan. Secara bisnis, pertanian juga sangat kompetitif dan tidak terpengaruh Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menurut Dedi, pelatihan akan berlangsung terstruktur, sistematis dan masif secara tatap muka (offline) dengan penerapan ketat Protokol Kesehatan (Prokes) dan virtual (online).

BACA:  Lanud Sjamsudin Noor Gelar Vaksin untuk Awak Media beserta Keluarga

Khusus offline, zonasi implementasi akan dibagi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP.

Pelatihan online dilaksanakan melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan di bawah kendali Kostrada di tingkat kabupaten/kota dan Kostrawil di tingkat provinsi.

“Konsep pelatihan akan padat karena secara online dan offline. Untuk offline, tentu menyesuaikan situasi Pandemi Covid-19, dengan implementasi Prokes ketat,” kata Dedi.

SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai salah satu UPT di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, ikut serta menyukseskan kegiatan ini dengan mendapatkan wilayah koordinasi pelatihan di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Bagi petani dan penyuluh se-Indonesia mari kita ikut dalam Pelatihan sejuta Petani & Penyuluh yang di akan adakan oleh BPPSDMP, Kementerian Pertanian, dengan link pendaftaran di http://latihanonline.pertanian.go.id/registrasi/index.php. (Tim Ekpos SMK-PP N Banjarbaru/dya)

(Visited 6 times, 1 visits today)
  • Bagikan

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *