Ternyata di Balik Aktifitas “Pak Ogah” Ada Koordinator, Begini Faktanya

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Karena dinilai tidak memiliki ilmu pengetahuan serta wawasan dalam mengatur lalu lintas, Sat Lantas Polres Banjarbaru dengan tegas menertibkan “Pak Ogah” yang tengah beroperasi di sepanjang jalan di wilayah hukum Kota Banjarbaru.

Seperti kemarin, Selasa (13/11/2018), Sat Lantas telah mengamankan 2 orang di Depan Taman Vander Pijl, karena kedapatan sedang menjalani profesi sebagai “Pak Ogah.” Pengamanan pada saat itu berlangsung tegang. Kejar-kejaran pun terjadi antara anggota dan dua orang “Pak Ogah”, yakni Hendrik asal Martapura dan Bani asal Sungkai.

Salah satu dari “Pak Ogah” Hendrik, sempat melakukan perlawanan kepada para petugas saat diamankan. Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Banjarbaru Ipda Hartono yang melakukan penangkapan terkena luka goresan di tangannya.

“Iyaa jadi anggota kejar-kejaran dengan Pak Ogah itu, saya juga mengejar. Si Hendrik ini melawan, akibatnya tergores sedikit di lengan saya. Untung anggota lain berhasil mengamankan,” ujarnya.

Sat Lantas Polres Banjarbaru juga sudah mengamankan sebanyak 20 orang lainnya dalam jangka 1 bulan terakhir.  “Sampai hari ini, total sudah 20 orang kita tangkap. Sebelumnya sudah reda atau tidak ada lagi, lalu muncul lagi mereka ini,” katanya.

Ditangkapnya “Pak Ogah”, dikarenakan banyaknya keluhan masyarakat, karena mengatur jalan dengan tidak semestinya dan juga terindikasi pungutan liar.

“Dampak yang ditimbulkan yaitu pengendara pernah mengalami kecelakaan karena kaget diberhentikan “Pak Ogah.” Maka dari itu, ilmu mengatur lalu lintas mereka tidak punya,” jelasnya.

Dari keterangan Bani, bahwa diakuinya ada yang menjadi kordinator di belakang semua “Pak Ogah” yang selama ini beraktifitas di Kota Banjarbaru. “Jadi kami bershift, perjam berganti. Dari pagi sampai sore. Untuk stornya ke kordinator 5.000 per shift yang diisi 1 orang,” bebernya.

Pihak kepolisian pun sudah mengantongi data-data dari para kordinator tersebut, dan sudah dilakukan tahap pengejaran. “Jadi ada dua nama yang disebutkan, kita sudah kejar mereka,” ucap Kanit Turjawali Ipda Hartono

Selanjutnya, mereka tersebut langsung diserahkan ke Satpol PP untuk dibina, karena termasuk persoalan dalam Perda.(maf/sir)