Baznas

Terlahir Sumbing, Diana Afifah Kesulitan Menyusu

  • Bagikan

MARTAPURA, koranbanjar.net – Miris sekali yang dialami Diana Afifah, bayi yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Anak kedua dari pasangan Fadli dan Fitriah, warga Desa RT 02 Sungai Kitano Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar ini lahir pada 13 Februari 2018 dengan sehat. Namun mulut bayi tidak terlahir secara sempurna.

Ayah dari Diana Afifah, Fadli tergolong warga yang tidak mampu, saat mengetahui bayinya terlahir dengan bibir sumbing, dia dan istri segera membawanya ke  RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Akan tetapi karena tidak memiliki jaminan berobat gratis atau BPJS atau lainnya, Fadli disarankan dokter untuk pindah ke pelayanan umum. Karena terkendala dana, Fadli yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan ini akhirnya membawa anaknya pulang mengingat biaya menginap rumah sakit juga terbilang cukup mahal.

Fadli kepada wartawan koranbanjar.net Selasa (27/02) tadi mengatakan, sebelumnya dia ke rumah sakit mau menanyakan biaya rumah sakit.

“Tetapi waktu itu dokter menakuni ada bisi pelayanan kesehatan gratis kah jar atau BPJS?  Ulun sahuti, belum ada,” ujar Fadli.

“Akhirnya dokter menyarankan, anak kami dilayani melalui pelayanan umum, yang biaya menginapnya sekitar satu jutaan,” ungkapnya.

Meski demikian, dokter RSUD Ratu Zalecha tetap menyarankan kepada pihak keluarga Fadli agar secepatnya mengurus berkas-berkas untuk mendaftarkan diri ke BPJS, supaya kondisi bibir sumbing anaknya cepat ditangani medis.

“Sebelumnya ada juga yang datang ke sini, kalau kada salah perwakilan dari Dinas Sosial, yang datang ke sini mendata dan memoto, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan atau hasilnya,” tutur Fadli.

“Kami berharap dibantu, baik dari segi proses pembuatan BPJS dipercepat atau dana gasan operasi, soalnya kasian anak ulun nih, menyusu ja harus pakai alat suntikan tuh, soalnya bibirnya kada sempurna,” tutur fadli.

Pembakal Sungai Kitano Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar, Hamdi mengharapkan dan mengmbau agar instansi terkait menanggapi hal ini dengan serius, dan mau membantu keluarga Fadli yang anaknya menderita bibir sumbing.

“Saya berharap kepada Dinas Sosial agar datang kemari, sekira tahu apa yang diperlukan keluarga tidak mampu ini terkait soal anaknya yang menderita bibir sumbing, dan kepada Dinas Kesehatan mohon dibantulah, diberikan keringan misalnya berupa jaminan kartu apa kah? Sekira tebantu jualah keluarga Fadli yang tergolong tidak mampu ini,” pungkasnya. (zdn)

  • Bagikan