TERKINI, Banjir Disertai Hujan Deras, Warga Kabupaten Banjar tak Bisa Tidur

  • Bagikan

Musibah banjir yang terus berlangsung di wilayah Kabupaten Banjar, disertai hujan deras selama dua hari, sejak Selasa (12/01/2021) hingga tengah malam ini membuat warga tidak bisa tidur. Karena debit air banjir terus naik, warga cemas akan bahaya yang bisa terjadi menimpa keluarga mereka.

BANJAR, koranbanjar.net – Warga Kabupaten Banjar semakin cemas. Hujan deras yang terjadi selama dua hari terakhir, menyebabkan debit air terus naik di rumah-rumah penduduk. Bahkan hingga malam ini, Rabu (13/01/2021), pukul 23.40 wita, hujan deras masih berlangsung. Warga yang dilanda banjir pun tak bisa tidur, karena takut banjir semakin dahsyat.

Beberapa warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Banjar yang sempat menghubungi koranbanjar.net, Rabu malam ini, (13/01/2021) menginformasikan, mereka terpaksa mengungsikan istri dan anak-anak mereka ke tempat lain. Sedangkan para suami atau para pria tetap bertahan di rumah yang kebanjiran.

BANJIR - Hujan mengguyur Kabupaten Banjar selama dua hari ini, warga pun tidak bisa tidur, karena takut musibah banjir semakin dahsyat.(foto atas). Warga Desa Tandipah terkepung banjir di dalam rumah (foto bawah).
BANJIR – Hujan mengguyur Kabupaten Banjar selama dua hari ini, warga pun tidak bisa tidur, karena takut musibah banjir semakin dahsyat.(foto atas). Warga Desa Tandipah terkepung banjir di dalam rumah (foto bawah).

“Masya Allah…, sejak saya lahir hingga sekarang, rasanya baru kali ini mengalami banjir separah ini. Sejak dua hari lalu hujan tidak berhenti, kampung kami di kelilingi banjir. Kami tidak bisa kemana-mana, kecuali bertahan di dalam rumah,” ungkap warga Desa Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk, Nayan.

Sementara dirinya bertahan di rumah, istri, anak dan keluarga lainnya terpaksa diungsikan ke Banjarmasin. “Istri dan anak ulun ungsikan ke Banjarmasin. Ulun kada bisa kemana-mana, jukung (perahu) aja sudah masuk ke dalam rumah. Warga di sini kada kawa guring (tidak bisa tidur),” ucapnya.

Hal senada juga dikemukakan warga Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul, Uli. “Sementara ini dalam rumah saya menyediakan gadang pisang (batang pohon pisang), jaga-jaga. Istri dan anak sudah saya ungsikan ke tempat pengungsian di Pasar Astambul. Warga sudah mendirikan tenda darurat di sana,” ujarnya.

Ditambahkan, rata-rata semua wanita dan anak-anak di desanya telah diungsikan. Sedangkan para suami atau pria bertahan di dalam rumah masing-masing. Walapun debit air terus naik. “Naa..airnya terus naik, kami aja yang bertahan,” paparnya.

HUJAN - Terus melanda wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kalsel.
HUJAN – Terus melanda wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kalsel.

Tidak berbeda seperti yang dialami warga Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Ohan. “Malam ini air bertambah naik, hujan tak berhenti. Semua warga kampung keluar rumah untuk berjaga-jaga. Karena seluruh jalan di kampung ini sudah terendam,” katanya.

Menurutnya lagi, sudah banyak warga setempat, termasuk warga desa tetangga yang harus mengungsi sejak siang tadi. “Warga Desa Sungai Arfat dan desa ini sudah banyak yang mengungsi ke Sungai Ulin Banjarbaru,” ungkapnya.(sir)

 

NEWS STORY
  • Bagikan