oleh

Terimbas Covid-19, Tukang Jahit Asal Loktabat Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Harian

Rini (35), seorang tukang jahit asal Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Lantaran jarang ada menggunakan jasanya di masa pandemi ini, hal itu berakibat pada menurunnya pendapatan yang seperti biasanya.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Padahal, menurut dia, menjelang Lebaran ini biasanya banyak orang meminta dijahitkan baju olehnya. Namun, karena situasi tidak memungkinkan, banyak orang lebih mendahulukan kebutuhan pokok, dibanding baju Lebaran.

“Pendapatannya menurun, kalau untuk makan Alhamdulillah ada walaupun hanya seadanya,” ungkap Rini.

Kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Rumah Yatim area Kalimantan atas bantuan paket sembako yang diterima, Senin (18/5/2020). Menurut Rini, bantuan ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan buka puasa keluarganya. Serta bisa menyambung hidup setiap hari.

 

Baca juga;

Kendati demikian, ia berharap wabah corona ini segera berlalu, supaya ekonomi keluarga kembali pulih seperti biasa. Rini adalah salah satu warga yang terdampak Covid-19, masih banyak masyarakat dhuafa lainnya membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

Hingga kini, sedikitnya sebanyak 65 persen dari 50.000 paket bantuan ifthar dan sahur telah disalurkan Rumah Yatim pada 20 provinsi di Indonesia. (rumah yatimkalimantan/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: