Tanpa Plang, Proyek Rehabilitasi Jembatan Antasan Bondan Mantuil Ini Anggarannya Rp2 Miliar

Proyek senilai Rp2 Miliar, Rehabilitasi Jembatan Antasan Bondan Jalan Tembus Mantuil RT 1 Kota Banjarmasin tanpa plang, Rabu (5/9/2023). (Foto: Koranbanjar.net)
Proyek senilai Rp2 Miliar, Rehabilitasi Jembatan Antasan Bondan Jalan Tembus Mantuil RT 1 Kota Banjarmasin tanpa plang, Rabu (5/9/2023). (Foto: Koranbanjar.net)

Proyek Rehabilitasi Jembatan Antasan Bondan di Jalan Tembus Mantuil Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan ini pagu anggarannya cukup besar senilai 2 miliar rupiah

BANJARMASIN, koranbanjar.net Informasi ini didapat dari keterangan Plt Kabid Jembatan dan Jalan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Thomas Sigit Mugianto ketika dikonfirmasi media ini, Rabu (5/9/2023) di ruang kerjanya Kantor Dinas PUPR Kota Banjarmasin Jalan Hasan Basri Kayu Tangi.

“Proyek tersebut pagu anggarannya sekitar dua miliar,” sebut Sigit panggilan akrabnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, rehab jembatan di bagian abutment atau kepala jembatan bagian konstruksi bawah ini kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan.

“Tanah di bagian pondasi untuk menerima berat beban di atasnya sudah terkikis oleh hantaman air sungai,” ujarnya.

Menurutnya apabila tidak segera diatasi, jembatan penghubung Kelurahan Mantuil dan Basirih Selatan itu berpotensi roboh.

“Karena kita tahu sendiri alat transportasi yang biasa lewat bolak balik kawasan Mantuil bukan hanya mobil biasa tetapi angkutan berat seperti tangki, trailer, truck dan angkutan berat lainnya melintas di sana,” bebernya.

Sementara keberadaan jembatan ini sambung Sigit sudah berusia kurang lebih 25 tahun.

“Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melewati jembatan supaya berhati-hati dan mengurangi berat muatannya,” inbau Sigit.

Dari pantauan koranbanjar.net, tampak alat berat berupa excavator melakukan penggalian hingga sudah mencapai kedalaman kurang lebih 6 meter dari atas jembatan. Namun sayangnya jembatan dengan nilai proyek berkisar 2 miliar itu tidak ada papan plang.

Pada pemberitaan koranbanjar.net sebelumnya dibeberkan, konstruksi tanah di bawah jembatan dekat pondasi itu mengalami erosi, hampir habis akibat tergerus arus pasang ditambah gelombang air sungai.

Akibat longsor itu berdampak batu dan aspal pada atas jembatan mengalami retak. Kemudian pada sisi kanan dari arah Mantuil (sisi kiri dari arah Basirih Selatan) berlubang cukup besar, disebabkan batu dan aspalnya jatuh ke bawah.

Saksi dari warga sekitar jembatan, Rudi mengatakan kondisi longsornya tanah bawah jembatan sudah hampir 2 tahun. “Sudah lama itu, mungkin sekitar 2 tahun,” ucapnya kala itu.

Sementara Ketua RT setempat, Tajiddin menambahkan, kondisi berlubangnya oprit jembatan sisi sebelah kanan awalnya diketahui tukang cat saat ingin mengecat jembatan. Dikatakan, apabila kondisi itu dibiarkan maka oprit jembatan terancam putus.

(yon/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *