Tanggapi Isu PKL Dilarang Berjualan di Eks Hero, Walikota; Pemko Tak Pernah Melarang

  • Bagikan
Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffim Bersama Wakil Walikota Banjarbaru Wartono Seusai Rapat. (Foto:Ari)

Persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Subuh mencuat lagi ke permukaan. Teranyar, eks PKL Pasar subuh mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota, menyiapkan lahan pengganti berjualan di lokasi eks Hero, Simpang Empat, Kota Banjarbaru.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Belakang beredar isu di kalangan PKL, Pemko Banjarbaru diisukan tidak memberikan izin kepada PKL untuk berjuakan di lokasi Eks Hero atau Giant.

Menanggapi isu tersebut, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin seusai rapat paripurna di DPRD Kota Banjarbaru siang tadi menjelaskan, Pemko tidak pernah melarang PKL untuk berjualan di lokasi eks Hero.

Eks Hero Swalayan, Simpang Empat, Kota Banjarbaru. (foto:ari/koranbanjar.net)

“Yang diperlukan izin dari PT Dikaka Bhanuwa Jasa sebagai pengelola. Kita yang pasti meminta layout untuk penempatan eks PKL di eks Hero. Meminta layout parkir, limbah, sampah dan lainnya,” ujarnya, Senin (12/4/2021).

Pemko tidak ingin apabila lokasi yang digunakan eks PKL Pasar Subuh tanpa izin. Dari itu, pihaknya meminta agar PT Dikaka segera melakukan perencanaan perizinan.

Baca Juga : Mau Pindah ke RO Ulin, PKL Pasar Subuh Mengaku Dapat Intervensi  

“Apabila segera membuat perencanaan perizinan, insya Allah prinsip keluar, itu dasarnya,” katanya.

Jadi, ucapnya mengulangi, pihaknya tidak pernah melarang kepada eks PKL untuk berjualan. Namun hanya tidak ingin ada permasalahan di kemudian hari.

“Jangan sampai nanti menggangu masyarakat lain. Tidak ingin parkir di trotoar, tidak ingin limbah jadi polusi, sampah mengganggu nanti. Kita tidak ingin itu, nanti ujung-ujungnya Pemko yang disalahkan. Lebih baik mengutamakan kepentingan orang banyak,” sebutnya.

Baca Juga : Pernyataan PKL Pasar Subuh Banjarbaru, Bersedia Pindah dan Patuh

Juga, Pemkot sudah melakukan pembicaraan dengan Pj Gubernur serta mantan Gubernur yang masih berstatus Cagub.

“Sudah kita bicarakan. Karena pada saat itu masih menjabat, kita bertanya bolehkah eks Hero digunakan untuk lahan pasar subuh. Dan insya Allah itu akan kaji lebih lanjut,” ungkapnya.

Berikutnya, dia akan melakukan rapat internal dengan melibatkan PT Dikaka sebagai pengelola.

Baca Juga : Petugas Memastikan PKL Pasar Sejumput Agar Tidak Bertambah

“Akan dikaji lebih dalam beberapa waktu ke depan, dan pengelola akan dipanggil,” ucapnya.(maf/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *