Baznas

Tanam 500 Pohon Di Bawah Guyuran Hujan, Ini Kata Ketua FKH Ije Jela Bahalap

  • Bagikan

MARABAHAN – Guyuran hujan lebat di Marabahan sama sekali tak menyurutkan semangat para anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) Ije Jela Bahalap Marabahan dalam melakukan penanaman 500 pohon di Jalan Galam 6 Komplek Korpri Marabahan dan di depan Gedung DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Komplek Perkantoran Marabahan (7/12).

Kegiatan penanaman pohon itu merupakan kegiatan keikutsertaan FKH Ije Jela Bahalap yang diadakan oleh Bupati Batola Noormiliyani dalam rangka Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Menggalakan Revolusi Hijau.

Guyuran hujan yang berlangsung dari awal pagi yang semula gerimis seakan tak mampu menghentikan para anggota FKH Ije Jela Bahalap yang terlihat sangat bersemangat melakukan penanaman pohon.

Sebagian dari mereka hanya melindungi diri dari gerimis hujan dengan mengenakan jas hujan, spanduk, helm, bahkan ada juga yang hanya memakai topi untuk sekedar melindungi kepala dari air hujan.

Mereka baru berhenti dan berteduh pada saat gerimis berganti dengan hujan lebat.

Namun setelah hujan lebat reda, para anggota FKH Ije Jela Bahalap yang kebanyakannya masih berusia muda, kembali melanjutkan penanaman pohon hingga semua lubang tanam terisi dengan pohon yang ditanam.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Ketua FKH Ije Jela Bahalap, Hasbi, menyatakan hujan tidak menyurutkan semangat mereka dalam menanam pohon.

Hasbi mengharapkan kegiatan menanam pohon yang dilakukan oleh FKH Ije Jela Bahalap akan terus bisa dialaksanakan.

Harapan itu dijelaskan lebih lanjut oleh Hasbi mengingat FKH Ije Jela Bahalap yang terbentuk di Marabahan pada 3 Maret 2017 lalu yang terdiri dari 22 komunitas yang ada di Batola, diprogramkan dari pusat di bawah Kementerian PUPR dengan salah satu tujuan pembentukannya adalah sebagai pilar komunitas yang ikut membantu mewujudkan cita-cita kota hijau.

“Harapan kami kegiatan menanam pohon ini akan terus bisa dilaksanakan. Sedekah pohon, sedekah oksigen untuk kehidupan lebih baik untuk generasi selanjutnya,” pungkasnya.

Hampir senada dengan Hasbi, salah satu anggota FKH Ije Jela Bahalap, Arsyad Zein yang berasal dari Komunitas Pecinta Alam Tapak Barito Marabahan, mengatakan dirinya tidak ada masalah jika harus terkena hujan pada saat melakukan kegiatan yang bermanfaat. (dny)

  • Bagikan