oleh

Takut Mengandung Enzim Babi, Orang Tua Siswa “Ancam” Kepsek

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Masyarakat Kalimantan Selatan masih menunggu-nunggu keputusan dari Majelis Ulama Indonesia tentang penyelenggaraan suntik Vaksin Maesles Rubella (MR) yang akan dicanangkan untuk siswa-siswi sekolah-sekolah, baik TK maupun Sekolah Dasar yang ada di Kalsel.

Termasuk Sekolah Dasar Islam Sabilal yang berada dalam Komplek Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin. Di SD ini para orang tua murid enggan mendorong anaknya untuk melakukan Imunisasi Rubella, bahkan ada yang terang-terangan mengancam Kepala Sekolah Dasar tersebut.

Kepala Sekolah SD Islam Sabilal, Wiyanto menuturkan bahwa pada waktu mau melaksanakan Imunisasi MR kepada anak muridnya, tiba-tiba datang orang tua salah satu murid dan langsung mengeluarkan kata-kata ketus dengan bernada ancaman.

“Apabila bapak Wiyanto tetap menerapkan vaksin MR ke anak saya, jika terbukti memang mengandung enzim babi, maka bapak akan bertanggung jawab sampai akhirat karena darah anak saya mengandung babi, ” tuturnya menirukan ucapan orang tua murid tersebut.

Wiyanto menegaskan bahwa pihaknya dari dulu tidak pernah menolak dan selalu melaksanakan Vaksin. Dan dia mengakui MR ini baru pertama di Kalimantan Selatan tatapi pihaknya selalu mendukung apabila ada program dari Pemerintah terkait pencanangan Vaksin Rubella dari Kementerian Kesehatan RI.

Ia beranggapan walau vaksin MR ini adalah program pemerintah, tetap pihaknya tetap akan mengacu pada kehalalan produk vaksin tersebut di samping masyarakat Kalimantan Selatan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Ia mengungkapkan, ada 3 Sekolah Dasar Islam saat ini yang menunda pelaksanaan Vaksin MR. Sekolah Dasar Islam Sabilal, Sekolah Dasar Muhammadiyah dan Sekolah Dasar Islam Pekapuran.

“Berdasarkan surat imbauan dari MUI Kalimantan Selatan dan desakan dari yayasan Lembaga Pendidikan Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin serta permintaan langsung orang tua peserta didik, maka kami memohon kepada kepala Puskesmas untuk menunda pelaksanaan Vaksin MR sampai ada kejelasan yang ditetapkan Fatwa MUI,” terang Wiyanto mengakhiri wawancaranya.(leo/sir)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: