Syair Madihin Anang Syahrani Menghiasi Diskusi Revitalisasi Penulisan Alquran Mushaf Al Banjari

oleh -326 views
Syair Madihin Anang Syahrani Menghiasi Diskusi Revitalisasi Penulisan Alquran Mushaf Al Banjari
Seniman Madihin Banua, Anang Syahrani asik berpantun di Acara Diskusi Revitalisasi Penulisan Alquran Mushaf Al-Banjari, di Kantor MUI Kalsel Banjarmasin, Sabtu(19/10/2019/foto:Leon/koranbanjar.net)

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Pada acara pembukaan Diskusi Revitalisasi Penulisan Alquran Mushaf Al-Banjari, Sabtu (19/10/2019), yang bertempat di Kantor MUI Kalsel Komplek Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin dihiasi penampilan lantunan syair Madihin yang dibawakan Seniman Madihin banua, Anang Syahrani.

Melalui syairnya, Anang mengucapkan salam kepada Ketua MUI Kalsel, KH. Husin Naparin, Gubernur Kalsel yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua DPRD Kalsel yang diwakili M. Syarifuddin (Bang Din), juga kepada Kapolda Kalsel dan Danrem 101/Antasari.

Lanjut Anang dalam syairnya mengulang pesan KH. Husin Naparin, yang mana lewat sambutannya sebelumnya, Husin mengimbau agar peserta yang berhadir mendukung sepenuhnya pembuatan Mushaf Alquran yang diberi nama Mushaf Al-Banjari ini.

“Ujar Abah Husin kepada peserta 13 kabupaten kota agar mengikuti proses pembuatan mushaf ini dengan saikut-ikutnya,” pesan Anang yang diiringi tepuk tangan peserta yang berhadir saat itu.

Lanjut ia bemadihin dengan tepukan gendang rebana, disaksikan kurang lebih 50 orang.

“Haji Nasrullah tidak ketinggalan, yang punya acara diskusi penulisan Alquran, mari kita sumbangkan pemikiran, apakah ini penting diluncurkan, jikalau penting tentunya ada anggaran, mumpung ada Bang Din Wakil Ketua Dewan, supaya segera duitnya dialokasikan, demi kebanggaan Kalimantan Selatan, Mushaf Al-Banjari supaya dilaksanakan,” ungkapnya lagi-lagi diiringi tepuk tangan peserta.

Dalam syairnya lagi dikatakan, hidup harus ada seninya agar hidup bahagia. Ia menceritakan seorang Hujatul Islam, Imam Ghazali pernah menulis tentang diniyah sa’adah yakni diniyah kebahagiaan dalam diri kita, pondasi yang luar biasa.

“Kitab suci merasuk dalam jiwa, Kitab Alquran disuruh membaca, ujar Abah Sekda mari budaya membaca, namun silaturahmi itu penting jua,” Kata Anang di syair madihinnya.

Zaman dulu, acara selamatan atau kata orang Kalimantan Selatan basaruan, tiap-tiap rumah didatangi diketuk pintunya.

“Sekarang tinggal pencet hp buka aplikasi pesan makanan, ojek online ada di mana-mana,” katanya bersenandung diiringi riuh tawa peserta.

Pantun madihin ditutup dengan imbauan dan ucapan terima kasih. Dalam syair penutup, Anang berucap, “Mudah-mudahan Mushaf Al-Banjari dapat terealisasi sesuai kesepakatan yang sudah direncanakan,” tutupnya.

Hadir dalam Diskusi Revitalisasi Analisa Proses Penulisan Alquran Mushaf Al-Banjari ini, selain Sekda Provinsi Kalsel, Dewan Provinsi Kalsel, Ketua MUI Kalsel, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, juga dihadiri puluhan pelajar Madrasah Aliyah, Tsanawiyah, Dan Universitas NU Kalimantan Selatan, dan unsur MUI Kalsel bidang Seni dan Budaya.(yon)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan