oleh

Syahri Tempati Rumah Sejahtera yang Belum Rampung

Warga Desa Pandulangan, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Syahri (70) menempati rumah sejahtera yang belum rampung.

HULUSUNGAISELATAN, koranbanjar.net – Rumah sejahtera, merupakan program tempat tinggal layak huni dari pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos).

Syahri mendapat bantuan sosial (bansos) ini, pada Agustus 2020. Bantuan yang disalurkan, bukan berupa uang tunai. Melainkan bantuan material infrastruktur seperti tiang penyangga, papan, atap dan lain-lain.

Ia mengaku, beberapa minggu belakangan untuk suplai bahan material tak kunjung datang. “Kurang lebih, sudah setengah bulan tak ada bahan bangunan yang datang,” lanjutnya.

Ia membeberkan, alasannya memilih untuk menempati rumah yang belum rampung tersebut. “Mending saya tempati (rumah), dibanding tinggal di tempat tetangga. Hanya tak ingin membebani orang lain,” jelasnya.

Terpantau koranbanjar.net, dia menempati tempat tinggalnya itu dengan menutup bagian pintu dan jendela. Menggunakan atap seng dan lain-lain.

“Karena hidup sendiri, ya di tempati saja. Tak ada ada rumah selain ini. Kalau anak, sudah berumah tangga masing-masing,” kata Syahri.

Meski hidup sendiri, warga sekitar selalu memerhatikan segala kondisi, pria yang kesehariannya menawarkan jasa pijat itu.

Hingga berita diturunkan, koranbanjar.net masih berupaya mengkonfirmasi ke pihak terkait. Mengenai penyebab keterlambatan suplai bahan bangunan.

Kendati demikian, Kepala Dinas Sosial HSS Nordiansyah menjelaskan, pihaknya akan meninjau dan memonitor langsung perkembangan pembangunan rumah sejahtera.

Berdasarkan data Dinsos Kabupaten HSS, sebanyak 204 dari 209 rumah sejahtera yang telah diselesaikan. Sisanya, tak dilakukan pembedahan rumah karena penerima bantuan telah meninggal dunia. (MJ-030/YKW)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: