Berita UtamaDaerahKab Kotabaru

Sumbangan Sekolah SMAN 1 Hampang Dikeluhkan

KOTABARU, KORANBANJAR.NET – Sumbangan yang diberlakukan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Hampang di Desa Hampang, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, dikeluhkan orang tua murid.

Salah seorang orang tua murid, Supri mengatakan, pihak SMAN 1 Hampang sering mengeluarkan permintaan sumbangan dana untuk keperluan sekolah.

“Saya pribadi tidak setuju dan keberatan. Hingga saat ini sudah lima kali kita orang tua murid dimintai sumbangan,” katanya kepada KoranBanjar.net, Jum’at (7/2).

Menurutnya, pihak sekolah sudah pernah meminta sumbangan untuk penambahan ruang kelas sebesar Rp 300ribu serta sumbangan pengadaan bangku dan meja sekolah, juga sebesar Rp 300ribu.

“Untuk pembuatan lahan parkir guru, pihak sekolah kembali meminta sumbangan sebanyak dua kali, masing-masing sebesar Rp 150ribu dan Rp 300ribu,” ujarnya.

Januari lalu, kembali pihak sekolah meminta sumbangan kepada orang tua murid untuk keperluan pembelian genset.

Namun untuk sumbangan kali ini sifatnya tidak wajib dan besarannyapun tidak ditentukan dari murid kelas satu hingga kelas tiga.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Hampang, Gamel Abdul Nasser saat dikonfirmasi KoranBanjar.net melalui sambungan telpon, membenarkan perihal permintaan sumbangan kepada orang tua murid tersebut.

“Memang benar kami (sekolah, red) ada meminta sumbangan kepada orang tua murid, tetapi peruntukannya murni untuk kepentingan dan keperluan sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan, SMAN 1 belum memiliki ruang kelas alternatif serta bangku dan meja sudah banyak yang rusak.

“Tapi sebelumnya sudah dilakukan rapat dengan komite sekolah serta orang tua murid. Dalam rapat itu disetujui permintaa sumbangan. Karena itulah, saya bikinkan suratnya untuk orang tua murid,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila dana hasil sumbangan tidak mencukupi maka akan digunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menutupi kekurangannya.

“Khusus untuk pembelian genset itu tidak wajib, bagi yang mampu dan mau saja. Tidak ada paksaan,” demikian Gamel Abdul Nasser. (cah/ndi)

Tinggalkan Balasan

Close