FeaturesKab Banjar

Sudah 20 Tahun Hilang, Warga ini Kembalikan Tradisi ‘Selamatan Padang’

Berharap hasil panen padi melimpah

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET –Menyongsong musim tani, warga Desa Keramat Baru dan Pekauman Dalam laksanakan Selamatan Padang di lahan sawah Desa Keramat Baru, Jumat (9/11) siang.

Warga pun beramai-ramai datangi areal lahan sawah tersebut. Dengan membawa berbagai macam makanan dan buah-buahan,  ritual adat bernuansa Islami itu berjalan sangat khidmat.

Menurut Kepala Desa Keramat Baru, Muslim, tradisi Selamatan Padang ini sudah menjadi tradisi nenek moyang mereka sejak dulu kala, dengan harapan hasil panen akan melimpah dan menjadi berkah.

“Tradisi ini sudah tak terlaksana lagi selama 20 tahun,dan hari ini kita memulai lagi untuk melanjutkan tradisi nenek moyang kita. Semoga dengan ini (acara Selamatan Padang) hasil panen kita melimpah dan masyarakat menjadi sejahtera,” ujar Muslim usai acara Selamatan Padang.

Selamatan Padang di Desa Pekauman Dalam dan Keramat Baru
Selamatan Padang di area persawahan Desa Keramat Baru, Martapura Timur. foto: hendra/koranbanjar.net

Setelah warga terkumpul, acara Selamatan Padang pun dimulai dengan memanjatkan doa ‘Salamat’ bersama-sama kepada sang Ilahi yang dibacakan oleh tokoh agama sekitar. Usai gelar doa bersama, mereka menyantap hidangan yang sudah mereka bawa tersebut, dan diakhiri dengan menyembelih dua ekor ayam warna hitam dan putih.

“Hidangan yang dibawa berupa 41 macam makanan seperti ketan, nasi lengkap dengan lauk-pauknya serta berbagai jenis kue khas banjar. Selain itu ada dua ekor ayam warna putih dan hitam,” tuturnya.

Hidangan tersebut mereka makan di tempat dan sisanya dibawa ke rumah masing-masing untuk dibagi-bagi. Tidak ada hidangan yang ditinggal sebagai sesajen, misalnya.

“Mudah-mudahan dengan kita melaksanakan doa selamatan ini, kita para petani dapat hasil yang banyak dan dijauhkan dari segala kemungkinan yang menyebabkan gagalnya panen,” harapnya.

Selamatan Padang di Desa Pekauman Dalam dan Keramat Baru
Penyembelihan ayam putih dan ayam hitam menutup acara Selamatan Padang. foto: hendra/koranbanjar.net

Sementara PLT Kasi Pengelolaan Lahan dan Air dari Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Kabupaten Banjar, Rahmatullah, yang juga turut hadir dalam Selamatan Padang itu menyampaikan sangat mengapresiasi inisiatif warga melaksanakan Selamatan Padang  dalam rangka menyambut musim tanam di periode musim hujan Oktober-Maret ini.

“Jadi lahan yang sudah kita optimalisasi ini yang tadinya lahan ini hanya satu kali dalam satu tahun ditanami padi, semoga bisa kita jadikan menjadi dua kali dalam satu tahun, agar hasil yang didapat masyarakat juga lebih banyak,”katanya

Menurut Rahmat, normalisasi lahan untuk wilayah Keramat Baru ini seluas 20 hektar, dan rencananya ke depan di wilayah tersebut akan dibangunkan tanggul untuk normalisasi saluran, “yang diharapakan dengan adanya tanggul itu agar luapan sungai dapat tertahan supaya tidak terlalu masuk ke area persawahan, dan pada saat nanti musim kemarau, air itu tidak terlalu cepat hilang,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus membantu masyarakat dalam menerapkan sistem tanam dua kali setahun. “Kita punya tim penyuluh untuk terjun langsung ke lapangan, yang mana dapat memberikan cara-cara untuk para petani, termasuk membantu petani dalam hal mengusir hama,”pungkasnya.

Pada acara Selamatan Padang tersebut juga dihadiri pihak Polsek Martapura Timur serta para tokoh masyarakat setempat. (dra)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close