Status Siaga Asap Akan Berubah Menjadi Tanggap Darurat Bencana Asap

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Kabut asap tebal terparah terjadi di Kota Banjarbaru Jumat (28/09) pagi tadi, khususnya di wilayah Landasan Ulin yang berdekatan dengan Bandara Syamsuddin Noor.

Apabila terjadi lagi beberapa hari ke depan, maka status siaga asap akan berubah menjadi tanggap darurat bencana asap.

Hal tersebut dikatakan Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Wahyuddin saat ditemui koranbanjar.net di kantornya, Jumat (28/09).

“Apabila asapnya berlanjut seperti hari ini, maka dirubah status siaga menjadi tanggap darurat bencana asap,” ucapnya.

Saat ini puncak-puncaknya musim kemarau, yang mana lahan-lahan yang yang sudah dipadamkan bisa saja terbakar kembali.

“Karena kedalaman lahan gambut yang cukup dalam kemungkinan masih ada sisa panas di bawahnya, ditambah musim kemarau lagi puncak-puncaknya ini,” katanya.

Maka dari itu, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan memprioritaskan 3 aspek yang sangat diperhatikan. Karena bisa menimbulkan efek domino bagi Kota Banjarbaru.

“Karena kabut seperti ini menimbulkan efek domino secara luar biasa. Karena Bandara tidak bisa beroperasi beberapa jam, kedatangan dan kepergian di Bandara terganggu, dan efek ekonominya akan terasa di Banjarbaru,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, Bandara Syamsuddin Noor menjadikan prioritas utama karena apabila terjadi kabut yang sangat parah akan berpengaruh kepada perekonomian.

“Yang kedua, kami prioritaskan kepada kesehatan masyarakat agar tidak terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), dan ketiga kependidikan agar tidak terganggu anak-anak yang sekolah,” jelasnya.

Maka BPBD Kalsel akan mengerahkan seluruh pemadam yang ada di Kalimantan Selatan ini untuk membantu menangani karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

“Jadi harus menggerakkan semua pemadam di Provinsi Kalsel dan kita biayai untuk memadamkan titik-titik api,” katanya.

Wahyuddin juga terus mengingatkan kepada masyarakat agar menahan diri untuk tidak membuka lahan dulu.

“Karena apabila membuka lahan terus ditinggalkan bisa merambat kemana-mana,” imbaunya.(maf/ana)

Read Previous

Mencemarkan Nama Baik Produk Glutera, Produk Dixthara Dimejahijaukan

Read Next

BEM Ajukan 8 Tuntutan, Penjelasan BI dan Pemerintah Bikin Ngantuk

Tinggalkan Balasan