Srikandi DPRD Terjun Hadapi Pendemo, Diteriaki Mahasiswa Jangan Ikut Nanti Makeupnya Hancur

oleh -56 views
Srikandi DPRD Terjun Hadapi Pendemo, Diteriaki Mahasiswa Jangan Ikut Nanti Makeupnya Hancur
7 Srikandi DPRD Kalsel hadapi massa demonstran terdiri dari mahasiswa se Kalsel, Senin(30/9/2019)(Foto: Leon/koranbanjar.net)

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Demonstrasi kali ini sangat berbeda, yang biasanya hanya dihadiri oleh Ketua dan Wakil DPRD Kalimantan Selatan, kali ini para Srikandi (ibu-ibu) dewan pun turut terjun ke lokasi menghadapi para pendemo yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 500 orang.

Menurut pantauan koranbanjar.net, saat berada di kerumunan massa yang berkumpul di depan Gedung DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin(30/9/2019) pukul 11.30 wita, terlihat 7 wanita berbaju kebaya berada di tengah-tengah para demonstran.

Ketujuh wanita ini adalah ibu-ibu anggota DPRD Provinsi Kalsel yang disebut sebagai Srikandi DPRD Kalsel, dua di antaranya baru saja menjalani pelantikan sebagai Wakil Ketua.

Di situ berhadir Syarifah Rugayah dari Fraksi Golkar, Hj. Karmila (Wakil Ketua DPRD) dari Fraksi PAN, Hj. Mariana(Wakil Ketua DPRD) dari Fraksi Gerindra, Niraz Anggraini dari Fraksi Hanura, Jihan Hanifha dari Fraksi Gerindra, GT. Miftahul Chotimah dari Fraksi Nasdem, Rachmah Norlias dari Fraksi PAN, Siti Noortita Ayu Ferbria Roosani dari Fraksi Gerindra.

Dari kerumunan, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang ditujukan kepada para Srikandi tersebut.

“Ibu-ibu tidak usah turun, nanti makeupnya luntur kena panas,” teriak mereka.

Akan tetapi cemoohan itu tidak membuat luntur semangat Srikandi DPRD Kalsel, mereka bergeming, malah membalas dengan senyuman dan berdiri menghadap para demonstran.

Niraz Anggraini dari Fraksi Hanura mencoba menenangkan aksi mahasiswa, lewat pengeras suara ia mengatakan tuntutan yang disampaikan sudah difasilitasi dan tinggal menunggu keputusan DPR/DPD RI.

“Semua perlu proses, tuntutan bubuhan pian berataan sudah kami sampaikan, tetapi tidak serta merta dalam satu malam bisa diambil keputusan, dan keputusannya ada di tangan DPR/DPD RI, jadi dimohon kesabarannya,” ucapnya dengan lantang.

Niat hati ingin memenangkan suasana, namun penjelasan anggota DPRD periode 2019-2024 ini tidak dihiraukan oleh para pendemo, malah mereka berteriak menyudahi penjelasan Niraz, serta memintanya turun dari atas trotoar di mana ia berdiri menyampaikan komentar.

“Kami tidak butuh penjelasan ibu, turun saja, turun,” cetus beberapa mahasiswa.

Demi keamanan dan meredam amarah mahasiswa, akhirnya Niraz bersama Srikandi lainnya terpaksa mengalah dan turun dari atas trotoar, kemudian perlahan meninggalkan kerumunan massa.

500 lebih mahasiswa tergabung dari seluruh Universitas se Kalimantan Selatan dengan nama Aliansi Gelombang Rakyat, mengajukan 8 tuntutan, salah satunya tentang penghapusan RUU KUHP.

Aksi itu diketuai oleh Koordinator Lapangan Ridho dari Universitas Lambung Mangkurat, Ghulam dari Uniska, dan Adiyat dari ULM.

Kemudian dari DPRD dihadiri langsung oleh ketua DPRD Kalsel yang kebetulan baru dilantik, yakni Supian HK dan Wakilnya M. Syaripuddin. (yon)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan