Soal Penipuan Modus Beasiswa, SMK 3 Banjarmasin Tak Punya Program Beasiswa

  • Bagikan
SMK 3 Banjarmasin. (foto:leon/koranbanjar.net)

Terkait soal penipuan online yang menggunakan modus beasiswa hingga menyebabkan satu orang tua siswa SMK 3 Banjarmasin menjadi korban, pihak SMK 3 Banjarmasin menegaskan bahwa pihak sekolah tak pernah mempunyai program beasiswa.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Operator SMK 3 Banjarmasin, Anwar kepada media ini menegaskan, pihak sekolah tidak pernah memiliki program beasiswa, apalagi melakukan penipuan terhadap orang tua siswa.

“Kami tidak pernah mempunyai program beasiswa, apalagi secara online dengan mengatasnamakan Kepala Sekolah, itu tidak benar,” cetus Anwar.

Bukan hanya atas nama Kepala Sekolah, namanya pun sempat digunakan untuk mengelabui korban yang diketahui bernama Mulyadi, orang tua dari Aulia Rahman, murid Kelas 12 SMK 3 Banjarmasin.

“Iya pak, kejadian kemarin, penelepon mengatasnamakan Kepala Sekolah dan saya sendiri sebagai operator,” ungkapnya.

Ternyata, modus penipuan beasiswa ini tidak hanya sekali terjadi, akan tetapi sambung Anwar, tahun 2019 dan 2020 pernah beberapa orang tua siswa mengadu ke pihak sekolah, disebabkan mereka kerap menerima telepon menawarkan beasiswa.

“Akan tetapi waktu itu tidak ada korban, hanya kali ini ada korban,” ucapnya.

Mengantisipasi hal tersebut agar belakangan hari tidak ada orang tua siswa yang menjadi korban, pihak sekolah sesering mungkin mengingatkan dan mengimbau kepada orang tua tentang maraknya penipuan secara online untuk berhati-hati.

“Kami juga sudah melaporkan permasalahan ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, dan terus mengimbau orang tua siswa agar tidak mudah percaya terhadap penelepon yang menawarkan beasiswa,” imbaunya.

Anwar menerangkan, saat ini pihak sekolah dalam memberikan bantuan secara finansial kepada siswa yang memiliki kriteria keluarga tidak mampu namun tergolong pintar, hanya melalui Kartu Indonedia Pintar (KIP).

“Hanya itu, program dari pusat, kalau beasiswa selain KIP itu tidak ada dan bukan tanggung jawab kami jika terjadi hal-hal seperti tadi,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Rabu (17/2/2021) pukul 15.00 Wita, Mulyadi melapor ke Polsek Banjarmasin Timur, dia mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku dari pihak sekolah. “Kata anak saya, orang itu memberitahukan bahwa dirinya mendapatkan beasiswa,” ujarnya.

Lalu, lanjutnya, anaknya memberitahukan kepada Mulyadi, dan kemudian terjadilah komunikasi antara Mulyadi dengan pelaku.

“Saya kemudian digiring menuju ATM, dan disuruh register mengisi semacam data diri, sembari orang itu menanyakan saldo di rekening saya, setelah saya cek saldonya ternyata berkurang 3 juta,” ujarnya.(yon/sir)

 

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *