,

Situasi Makin Sulit, Elpiji Mulai Langka Harga Tembus Rp50 Ribu per Biji  

oleh -1.002 views
LANGKA - Gas elpiji mulai langka di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. (foto:nayan/koranbanjar.net)

Di saat situasi ekonomi masyarakat di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan semakin sulit pasca banjir, bahan bakar gas elpiji malah mulai langka ditemukan di pasaran. Akibatnya, harga elpiji pun melambung hingga menembus Rp50.000 per biji.

SUNGAI TABUK, koranbanjar.net – Kesulitan demi kesulitan terus mendera masyarakat di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terutama dirasakan masyarakat Kecamatan Sungai Tabuk. Bagaimana tidak, setelah mengalami banjir yang cukup lama sampai tidak bisa melakukan aktifitas kerja, kini masyarakat dihadapkan pada persoalan gas elpiji yang mulai langka di wilayah tersebut.

Ironisnya, ibarat terjatuh tertimpa tangga, untuk bisa mendapatkan gas elpiji masyarakat harus membeli dengan harga Rp50.000 per biji. Padahal waktu-waktu sebelumnya, harga elpiji tertinggi cuma Rp35.000 per biji.

Sekarang sudah lengkap penderitaan masyarakat di Kecamatan Sungai Tabuk, gas elpiji isi 3 kilogram yang disubsidi pemerintah, bukan hanya sulit ditemukan, harganya pun kian melambung.

Warga Komplek MJ Perdana Kusuma Kayu Kacang, Kelurahan Sungai Lulut, Fahrul menuturkan, selama berjam-jam dia membawa tabung gas elpiji yang kosong untuk ditukar dengan gas elpiji yang akan dibeli.

“Tak ada satu kios pengecer pun yang menjual gas, walaupun kebetulan ada, harganya Rp50 per tabung (biji). Pemerintah harus secepatnya mengatasi permasalahan ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, persoalan ini menjadi PR bagi Disperindag Banjar dan Pertamina. Lembaga yang berkompeten harus secepatnya mengatasi kelangkaan dan kekosongan elpiji. Karena masyarakat sangat membutuhkan untuk keperluan sehari-hari,” ungkapnya.(mj-32/sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan