Siswa SMKPP Kementan Berikan Kualitas, Raih Kompetensi Bidang Pertanian

Uji Sertifikasi Profesi (USP) Bidang Pertanian bagi 81 siswa kelas XII SMK PPN Banjarbaru Tahun Pelajaran 2023/2024, selama 4 hari, terhitung sejak Selasa (27/02/2024). (Sumber Foto: Tim Ekspos SMK PP Negeri Banjarbaru/koranbanjar.net)

 

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) salah satunya dengan program sertifikasi kompetensi.

BANJARBARU, koranbanjar.net – Selain bertujuan untuk meningkatkan daya saing SDM, Sertifikasi kompetensi juga memberikan keahlian sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada peserta didik, yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian di Tempat Uji Kompetensi (TUK), salah satunya TUK SMK PP Negeri Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM mempunyai peran penting untuk kemajuan pertanian, untuk itu BPPSDMP memiliki sekolah dan politeknik yang memiliki jurusan di bidang pertanian.

“Semoga ke depan minat generasi muda di bidang pertanian terus bertambah, apalagi kementan telah menyiapkan 3 Sekolah Menengah Kejuruan, 6 Politeknik pembangunan pertanian serta 1 Politeknik enjinering pertanian Indonesia,” ujar Dedi.

SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis dari kali ini kembali menggelar Uji Sertifikasi Profesi (USP) Bidang Pertanian bagi 81 siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2023/2024, selama 4 hari, terhitung sejak Selasa (27/02/2024).

Setelah dilaksanakan selama 4 hari, akhirnya Jumat (01/02/2024), Uji Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian dinyatakan selesai dilaksanakan dan dinyatakan bahwa seluruh asesi dinyatakan kompeten oleh Budianto selaku perwakilan Asesor LSP Kementan.

“Sesuai tugas dan amanah yang diberikan kepada kami, maka sesuai keputusan tim dan dari hasil asesmen ini, peserta yang menjalankan asesmen direkomendasikan kompeten sejumlah 81 orang,” ujar Budianto.

Sebanyak 81 siswa tersebut terdiri dari 3 Kompetensi Keahlian yang ada di SMK-PP N Banjarbaru, di antaranya 27 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 35 siswa Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura (ATPH), dan 19 siswa Agribisnis Pengolahan Hasil (APHP).

Hadir di acara pengumuman ini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita mewakili Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, menyampaikan syukur alhamdulillah atas capaian yang di dapatkan seluruh siswa kelas XII TP. 2023/2024 ini.

Alhamdulillah ini hasilnya luar biasa, dalam 3 skema yang di ujikan dalam sertifikasi ini seluruh siswa dinyatakan kompeten semua. Mudah-mudahan ini menjadi bekal kalian dan sebagai pendamping ijazah,” terang Airin.

Kegiatan Uji Sertifikasi ini menjadi sesuatu puncak, walaupun nanti masih ada perjuangan mereka untuk menjalankan ujian sumatif, namun tidak setegang Uji Sertifikasi ini.

“Maka terima kasih kepada siswa sudah berjuang dan terima kasih kepada asesor telah mengasesi siswa kami,” pungkas Airin.

Secara terpisah, menanggapi hasil tersebut, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso merasa senang dan bangga atas hasil yang diperoleh, sehingga nantinya di antara siswa ini ada yang sebagai job creator ataupun job seeker di bidang pertanian.

Uji Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian di SMK PPN Banjarbaru. (Sumber Foto: Tim Ekspos SMK PP Negeri Banjarbaru/koranbanjar.net)

Adapun Uji Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian ini dilaksanakan bagi siswa ATP dalam Skema Mandor Pemeliharaan Kelapa Sawit.

Kemudian siswa ATPH dalam Skema Pemeliharaan Tanaman Hidroponik. Terakhir siswa APHP dalam Skema Pengolahan Selai Buah.

Untuk asesor sendiri berasal dari LSP Kementan di antaranya Skema Mandor Pemeliharaan Kelapa Sawit yaitu Arief Wicaksono, Sukarji, Rendy Dwi Hartanto.

Kemudian Skema Pemeliharaan Tanaman Hidroponik yaitu Budianto, Sunandar, Agung Puji Haryanto, Ari Tentrem Handayani.

Terakhir Skema Pengolahan Selai Buah yaitu Febtu Arisandi, dan Rivana Agustin. (Tim Ekspos SMK-PPN Banjarbaru/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *