Simulasi Simpamkota di Tabalong, Warga Hadang dan Berusaha Rebut Kotak Suara yang di Kawal Petugas

Simulasi sispamkota, tampak sejumlah warga menghadang petugas yang melakukan pengawalan kotak suara. (foto : arif/koranbanjar.net)
Simulasi sispamkota, tampak sejumlah warga menghadang petugas yang melakukan pengawalan kotak suara. (foto : arif/koranbanjar.net)

Pengantaran kotak suara ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dicegat sejumlah warga yang tidak terima dengan hasil pemungutan suara.

TABALONG, koranbanjar.net Massa yang berjumlah ratusan itu menghadang dan berusaha merebut kotak suara yang dikawal petugas saat berada di sekitaran Pendopo Bersinar Pembataan, Senin (03/10/2022).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun koranbanjar.net, aksi penghadangan itu bermula dari keributan di TPS 03 Karindangan, Kecamatan Lapah Madahang.

Saat itu salah seorang warga sempat ribut dengan panitia pemilihan lantaran namanya tidak tercantum di daftar pemilih.

Namun tak lama permasalahan dapat diselesaikan. Meski begitu warga tersebut masih tetap tidak terima dan meninggalkan lokasi TPS

Usai keributan berhasil diredam, pemungutan suara kembali dilanjutkan hingga pelaksanaan penghitungan suara.

Selanjutnya usai perhitungan, kotak suara di kawal petugas dari unsur TNI-Polri menuju kantor panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Di tingkat PPK ini, perhitungan suara berlangsung aman dan dilanjutkan dengan pengantaran kotak suara menuju KPU tingkat kabupaten.

Saat di perjalanan inilah terjadi penghadangan oleh massa yang merasa tidak terima atas kekalahan hasil suara di tingkat kecamatan.

Keributan pun terjadi di tengah jalan dan massa sebagian berhasil dilumpuhkan oleh petugas pam.

Petugas pam lalu menghubungi Polres Tabalong untuk meminta bantuan dan tibalah petugas di lokasi kejadian.

Dalam peristiwa itu, petugas mengamankan sebagian masyarakat dan di antaranya terpaksa dilumpuhkan karena melawan petugas.

Sementara pengantaran kotak suara dilanjutkan dengan pengawalan ketat hingga akhirnya tiba di kantor KPU dengan aman.

Itu lah sebagian skenario singkat simulasi sistem pengaman kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pilkada dan Pemilu Serentak 2024 yang digelar Polres Tabalong di Halaman Pendopo Bersinar, Pembataan, Senin (03/10/2022).

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin mengatakan, skenario yang diperagakan kali ini adalah mulai dari tahapan aman sampai dengan rawan.

“Namun tidak ada keterlibatan sampai huru hara sehingga melibatkan dari Brimob. Jadi ini tingkatannya hanya pada sampai dalmas awal sampai dengan dalmas lanjutnya,” jelasnya.

Simulasi ini juga merupakan persiapan Polres Tabalong menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, terlebih saat ini tahapan pemilu sudah berjalan.

Beberapa skenario dilakukan mulai dari kampanye terbuka, duggaan sabotas hingga menghadapi protes warga yang tidak terima dengan hasil pemilu.

“Termasuk ada percobaan perampasan logistik (kotak suara) pemilu itu ada upaya yang dilakukan oleh salah satu warga,” pungkas Kapolres. (anb/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *