Seorang Mahasiswi Banjarmasin Ditanya Menjadi PSK, Jawabannya Malah Minta Diajak Kawin

  • Bagikan
Ilustrasi tempat kos dan foto Mayang - bukan nama sebenarnya- (foto: koranbanjar.net)
Ilustrasi tempat kos dan foto Mayang - bukan nama sebenarnya- (foto: koranbanjar.net)

Segelintir mahasiswi di kota-kota besar terpaksa menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK), karena terdesak berbagai kebutuhan, antara lain, biaya kuliah atau sewa kos. Keadaan itu juga dialami seorang mahasiswi di sebuah universitas di Kota Banjarmasin. Kebutuhan sehari-hari ditambah biaya kuliah dan fasilitas hidup mendesak dirinya harus menjalani hidup dengan cara melayani pria hidung belang.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Potret kehidupan di kota-kota besar, termasuk di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, untuk mendapatkan “wanita penghibur” tidaklah sulit, semua hanya tergantung isi dompet. Tinggal keimanan yang bisa mencegah seseorang dari perbuatan haram itu.

Mahasiswi di sebuah universitas Banjarmasin sebut saja Mayang (22 tahun) –bukan nama sebenarnya, red–, terpaksa harus melakoni hidup sebagai PSK musiman, dengan memanfaatkan kos sebagai tempat prostitusi terselubung.

Mayang memilih tempat kos di kawasan Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin. Selain tempat kos yang dihuni aman, juga jarang dipantau petugas berwenang menjadi tempat prostitusi terselubung.

BACA JUGA ; Sisi Lain PSK Online Banjarmasin, Berprofesi Sejak Usia 14 Tahun, Pernah Satu Sel Dengan Orang Gila

Mayang yang ditemui koranbanjar.net di sebuah warung makan di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Kota Banjarmasin, Kamis malam,(15/4/2021) sekitar pukul 00.15 WITA menceritakan, dia berasal dari Kota Banjarbaru, dan sudah dua tahun ini kos di Banjarmasin.

Mayang (22 tahun) bukan nama sebenarnya. (foto:koranbanjar.net)
Mayang (22 tahun) bukan nama sebenarnya. (foto:koranbanjar.net)

Wanita muda yang terlihat manis dan berkulit terang, dengan rambut sebahu ini mengatakan, dia bersedia melayani pria hidung belang dengan tarif bervariasi, mulai dengan harga Rp500.000 per malam. “Tak usah ke hotel, kos ulun aman aja bang, pian di dalam jua (di dalam kamar), kalau siang pian bulik (pulang),” ajaknya.

Malam itu Mayang mengenakan kaos berwarna hitam dengan celana pendek, sehingga paha mulusnya terlihat mengesankan pandangan mata. Adapun, latar belakang sehingga dirinya terjerumus dalam dunia prostitusi, salah satunya karena tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua. Dia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara.

Mayang menempati kos yang terbilang elit, karena dilengkapi fasilitas berupa perabot rumah tangga serta ber AC. Pengakuannya, dia terpaksa melakukan pekerjaan sebagai PSK karena terpesona dengan gaya hidup hingga harus menempati kos yang wah.

BACA JUGA ; Esek Esek PSK di Banjarmasin, Ramadhan Tetap Buka. Harganya?

Malam itu dia mengaku kekurangan biaya untuk membayar kos, sehingga menerima tawaran pria hidung belang. “Jujur aja ulun lawan pian, hanyar ini lun tegawi, karena kurang duit ulun handak bayar kos bang ai,” ucapnya.

Ditambahkan, setelah bisa membayar kos, dia tidak akan melayani siapa pun. “Kalau sudah tebayar kos kada menggawi ini pang, bujuran ulun kada beistilah menggawi ini,” katanya lagi.

Andaikan, lanjutnya, ada pria yang bersungguh-sungguh mempersuntingnya sebagai istri, dia akan berhenti melakukan perbuatan tersebut. “Jaka ada orang yang menyayangi ulun, hidup lawan ulun apa adanya, bujur-bujur handak menikahi ulun, nyaman ulun mendatangi abah dan mama ulun,” imbuh Mayang.

BACA JUGA ; Bisnis “Esek-esek” di Eks Lokalisasi Pembatuan Masih Terjadi, Lima PSK Diamankan 

“Supaya ada yang menafkahi ulun lahir dan bathin,” tutupnya.(mj-33/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *