oleh

Sekretaris Gerindra Benarkan Pengakuan Denny Dapat Dukungan 2 Partai

Bakal calon Gubernur Kalsel Denny Indrayana mengklaim telah direstui Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan Gerindra untuk maju pada Pilkada 2020.

BANJARMASIN, Koranbanjar.net – Pengakuan Denny tersebut turut dibenarkan Sekretaris DPD Gerindra Kalsel Ilham Noor. Dia mengatakan, Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Gerindra telah mengeluarkan surat rekomendasi dukungan kepada Denny untuk maju Pilkada.

“Benar, suratnya itu adalah surat rekomendasi sementara, isinya ialah surat tugas,” katanya saat ditemui di Kantor DPD Gerindra Kalsel, kemarin.

Dia menjelaskan, fungsi surat tersebut untuk melengkapi persyaratan mencari mitra koalisi atau dukungan partai lain. “Kalau rekomendasi partai sesuai PKPU harus berpasangan, tidak bisa sendirian. Jadi harus memiliki wakil,” terangnya.

Sebelum ke Gerindra, diungkapkan Ilham, Deny telah mendapat surat dari Demokrat. Partai berlambang bintang tiga arah itu saat ini memiliki 3 kursi di DPRD Kalsel. Jika ditambah Gerindra yang memiliki 8 kursi, Deny telah memenuhi syarat maju sebagai Cagub Kalsel, sekaligus menantang sang petahana Sahbirin-Muhidin yang telah dideklarasikan Golkar, belum lama tadi.

“Dengan 11 kursi, apabila koalisi antara Gerindra dengan Demokrat sudah (ditetapkan), maka ada total 55 kursi pada DPRD Kalsel. Itu sudah memenuhi syarat minimal 20% kursi untuk mencalonkan sebagai gubernur,” jelasnya.

Sejauh ini, koalisi antara Gerindra dengan Demokrat belum terbentuk resmi. “Koalisi terbentuk jika surat rekomendasi sudah ada. Kalau Demokrat itu baru surat tugas,” bebernya.

Siapakah Pasangan Deny?

Ilham mengatakan, bakal calon Gubernur Kalsel yang akan mendampingi Deny akan disepakati sesuai keputusan koalisi nanti.

“Wajar apabila Gerindra dengan 8 kursi memunculkan nama kader sendiri, seperti Difriadi Darjad. Namun, itu tetap keputusan bersama nantinya,” ujarnya.


Baca juga: PPDB Online Tingkat SMK Sempat Terkendala Jaringan Internet


Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa partai politik bisa saja berubah setiap saat tergantung kondisi. “Semua dinamis. Jadi tunggu saja, Gerindra selalu memberi kejutan,” tandasnya. (ags/dny)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: