oleh

Sekelumit Kisah Habib Abu Bakar Al Habsy, Wali Allah Yang Tersembunyi

BANJARMASIN, koranbanjar.net – AL Habib Abu Bakar Alhabsy adalah seorang Wali Allah Yang Mastur(Tersembunyi), bermakam di Kampung Keramat Basirih atau Kampung Religi Kubah Basirih.

Beliau merupakan salah satu guru besar dari beberapa ulama terkenal di Kalimantan Selatan. Sebut saja Kiai Haji Zaini Ghani atau yang dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul, Kiai Haji Badaruddin (Guru Badaruddin), Martapura, Guru Saman Mulia Martapura, Guru Saman Djalil Martapura, Guru Saman Bujang Martapura, Guru Umar Janggut (Habib Umar) Bati-Bati, Mualim Haji Jahri(Guru Jahri), dan Mualim Syukur( Guru Mualim Syukur) Banjarmasin.

Habib Abu Bakar Alhabsy, oleh murid-muridnya biasa dipanggil Abah Habib Abu Bakar Alhabsy. Ayahnya bernama Habib Salim Alhabsy berasal dari Kota Hadramaut Yaman yang nasabnya bersambung kepada Sayyidina Ali dan Siti Fatimah hingga ke Rasulullah SAW.

Sekelumit Kisah Habib Abu Bakar Al Habsy, Wali Allah Yang Tersembunyi
Syarifah Puput Selvia Alhabsy (cucu Habib Abu Bakar Alhabsy)

Semasa muda, Habib Abu Bakar sudah dibekali ilmu agama, beliau menuntut ilmu di Pulau Jawa, yakni di Pondok Al Khairiyah Surabaya Jawa Timur, kemudian beberapa pondok lainnya. Guru-guru beliau yang terkenal diantaranya, Habib Abu Bakar Bilfagih Darul Hadist Malang, Habib Muhammad Ba’bud Lawang.

Usai menuntut ilmu di tanah Jawa, Sekitar tahun 1978, Habib Abu Bakar pulang kampung ke Kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin. Menapakkan kakinya pertama kali di Jalan Dahlia II Kecamatan Banjarmasin Barat, Kotamadya Banjarmasin, sekitar tahun 90 han hingga menetap dan mengajarkan ilmu beberapa tahun di sana. Sampai-sampai ada yang memanggil nama beliau dengan sebutan Habib Dahlia.

Semasa hidup, Habib Abu Bakar senang menerima tamu, siapapun, darimanapun ia berasal dan memberikan pengarahan kepada setiap yang datang baik pencerahan agama, maupun soal kehidupan di dunia.

Namun beliau tidak suka menonjolkan diri, kehidupannya sangat sederhana, tidak menyukai kemewahan dan ketenaran sehingga masyarakat Kalimantan Selatan yang mengenalnya menyebut Habib Abu Bakar Alhabsy adalah seorang Wali Mastur(Wali yang tersembunyi)

Di sepanjang usianya, Habib Abu Bakar Alhabsy suka belajar dan mengajar ilmu agama. Selain itu pernah menjadi khatib di Masjid Hijau Darutaqwa Basirih yakni salah satu Masjid tertua di Banjarmasin.Kemudian juga pernah menjadi penghulu.

Keramat Habib Abu Bakar Alhabsy

Seorang ulama terkenal di Amuntai, Hulu Sungai Utara(HSU) bernama Haji Jahri atau yang biasa dipanggil Mualim Haji Jahri (Guru Jahri), ia adalah salah satu murid Habib Abu Bakar Alhabsy. Kala itu Guru Jahri mempunyai hajat kepada Habib Abu Bakar untuk meminta petunjuk dan bimbingan terkait persoalan yang dihadapinya.

“Abah waktu itu datang ke Habib Abu Bakar ini, belum lagi mengutarakan niatnya, seketika Habib menyuruh abah membuka sebuah kitab, dan setelah dibuka ternyata bab yang berkenaan dengan persoalan yang bakal diutarakan abah, jadi Habib Abu Bakar sudah mengetahui lebih dulu tentang apa yang akan diungkapkan abah,” cerita Haji Hulaimi anak Guru Jahri ketika bertemu jurnalis koran banjar saat ziarah ke Kubah Basirih, Minggu (2/1/2020).

Kisah keramat lainya, Seseorang pernah datang kepada Guru Mualim Syukur menanyakan tentang satu permasalahan, namun disarankan Mualim Syukur untuk menemui Habib Abu Bakar. Setiba di tempat Habib Abu Bakar, orang tersebut mengutarakan maksudnya, kemudian oleh Habib Abu Bakar Alhabsy disuruh kembali kepada Mualim Syukur dengan membawa secarik kertas.

Mualim Syukur pun kaget mengapa orang tersebut disuruh kembali kepadanya, ternyata setelah dibuka secarik kertas itu berupa petunjuk yang mengarah pada kitab yang disimpan dalam lemari milik Guru Mualim Syukur, isinya berkaitan dengan permasalahan orang yang datang tersebut, padahal sebelumnya Guru Mualim Syukur sudah bolak balik membuka lembaran yang ada pada kitab, dan tidak menemukan halaman(bab) berkaitan hal yang diutarakan orang itu. Akhirnya Mualim Syukur pun minta ampun kepada Habib Abu Bakar dan mengakui kealpaannya.

Lainnya, ketika para penziarah berhajat mengenai kehidupan di dunia, dengan berniat melalui perantara Habib Abu Bakar Alhabsy, maka hajat tersebut terkabul.

Keturunan/ Dzuriyat Habib Abu Bakar Alhabsy

Habib Abu Bakar Alhabsy mengakhiri hidupnya pada usia sekitar 90 tahun bahkan ada yang mengatakan 100 tahun, dimakamkan di Basirih berdekatan dengan Kubah Habib Basirih Hamid Bin Abbas Bahasyim.

Dirinya meninggalkan 10 orang anak hasil pernikahannya dengan Syarifah Ruqayah  Bahasyim, cucu Habib Basirih Hamid Bahasyim. Diantaranya Sayid Abdullah, Sayid Husein, Sayid Alwi, Sayid Khadijah, Sayid Ahmad, Syarifah Syechah, Sayid Idrus, Sayid Anies dan paling bungsu Syarifah Habsyiah.

Pesan Sebelum Meninggal Dunia

Sebelum meninggal, Habib Abu Bakar Alhabsy berpesan kepada anak-anaknya, “belajarlah terus-menerus, jangan pernah bosan dan berhenti hingga ke akhir hayat.Jangan mengambil yang bukan milik kita, dan jangan ikut-ikutan orang lain yang bukan urusan kita, dan ingat, jangan pernah meminta uang untuk keperluan haulku, cukup semampunya dari keluarga,” pesannya.

Sepeninggal beliau, mengurus kubah dan segala hal yang berkaitan dengan amanat Habib Abu Bakar Alhabsy dilaksanakan oleh anaknya yang tertua bernama Habib Abdullah Al Habsy, juga menutup mata pada usia sekitar 70 tahun yang haulnya sebentar lagi akan dilaksanakan. Tugas Habib Abdullah, mengurus kubah dilanjutkan anak perempuannya bernama Syarifah Puput Selvia Al Habsy.(yon)

Sumber:

– Habib Idrus Al Habsy
-Ibu Megelia(Istri Almarhum Habib Abdullah Alhabsy)
-Syarifah Puput Selvia Alhabsy

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: