Kalsel  

Sekdaprov Kalsel Ingatkan Siaga Bencana Karhutla

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar (tengah) menghadiri Rapat Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) tahun 2022 di Hotel Rodhita Banjarmasin pada Senin (18/7/2022). (Sumber Foto: Adpim Setdaprov Kalsel/koranbanjar.net)

Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi mengalami bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sehingga perlu siaga sebagaimana diingatkan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Bencana banjir, karhutla, kabut asap, tanah longsor dan puting beliung, menjadi siklus bencana yang hampir terjadi setiap tahun.

Khusus karhutla pun, pada bulan Juni lalu pun Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor memimpin Apel Siaga Bencana Karhutla di halaman Kantor Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

“Karena itu, kita perlu kesiapan yang maksimal dalam penanganan bencana, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan, serta dampak yang muncul akibat karhutla itu sendiri,” kata Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar membuka Rapat Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) tahun 2022 di Hotel Rodhita Banjarmasin pada Senin (18/7/2022).

Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel ini mengundang kepala pelaksana BPBD 13 kabupaten/kota.

Dikatakan, kondisi bencana yang timbul akibat peristiwa alam maupun kelalaian manusia, memerlukan penanganan yang melibatkan banyak pihak.

Apalagi penanganan bencana karhutla, yang menimbulkan kabut asap, kerusakan ekologi dan membahayakan kesehatan.

Tentu saja keterlibatan berbagai pihak, sangat dibutuhkan dalam penangan karhutla.

Dengan penyusunan dokumen perencanaan kontinjensi karhutla ini, rasanya upaya penanganan bencana karhutla makin terkonsentrasi dan terpetakan secara sistematis.

Penanganan bencana yang sudah dipersiapkan sejak awal, pasti akan lebih efektif, jika dibandingkan dengan penanggulangan tanpa persiapan.

Penanganan bencana yang didahului oleh persiapan, tentu akan memberikan harapan mempercepat upaya penanggulangan dan mengurangi dampak-dampaknya.

Rapat ini, ujar Roy, hendaknya dapat dimaksimalkan semua pihak yang terlibat didalamnya, sehingga tersusun dokumen yang mampu menjawab kebutuhan di wilayah bencana.

Dokumen yang disusun, kiranya dapat menjadi pedoman dalam memaksimalisasi penanganan bencana karhutla.

“Insya Allah, kita akan mampu menekan sekecil mungkin korban jiwa dan dampak yang timbul dalam situasi bencana, ketika kita melakukan tindakan yang tepat dalam penanganannya. Ketepatan penangangan itu akan terbentuk, manakala masing-masing pihak dapat memposisikan diri mereka sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” sebut Roy.

Roy tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pemerintah daerah kabupaten/kota, TNI dan Polri, serta berbagai unsur lapisan masyarakat, yang terus bekerja sama dalam mencegah dan menangani bencana di Kalsel.

Ia mengharapkan, rapat akan melahirkan perencanaan dokumen kontinjensi karhutla yang sempurna, serta memberikan jaminan kepada masyarakat untuk merasa aman dan terlindungi. (dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *