Sebelum Gantung Diri, Polisi Ini sempat Minta Belikan Nasi

BANJARMASIN,KORANBANJAR.NET – Anggota Kesatuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Aipda Erwin Mediyanto, telah menggemparkan jajaran kepolisian, terutama lingkungan Polda Kalsel. Pasalnya, salah seorang perwira ini diduga telah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kediamannya sendiri, Jl Semangat Dalam, Handil Bakti, Kabupaten Batola, Jumat (23/11/2018) pagi.

Aipda Erwin Mediyanto sebelum ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, sempat meminta istrinya untuk membelikan nasi. Tetapi alangkah terkejutnya, usai membelikan nasi, hanya dalam waktu kurang dari satu jam, sang istri menemukan suaminya sudah tergantung dengan seutas tali pada bagian leher.

Sontak ia teriak histeris sambil memeluk tubuh suaminya tersebut. Kemudian dia menurunkan tubuh ayah dua anak itu.

“Pagi itu almarhum menyuruh istrinya untuk beli nasi keluar, karena di sekitar tempat tinggalnya tidak ada orang jual nasi, maka pergilah istrinya ke luar komplek untuk membeli nasi. Setibanya kembali ke rumah, istrinya langsung kaget dan berteriak histeris sembari memeluk dan menurunkan tubuh suaminya yang telah tergantung oleh seutas tali. Kemudian langsung membawa ke klinik dengan dibantu masyarakat setempat,” terang Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol H.Sirait.

Dia menambahkan, almarhum sebelum kejadian, telah meminta ijin tidak piket pada Kamis malam tadi dengan alasan ada keperluan keluarga.

“Tak taunya siang saya dengar kabar kalau Erwin meninggal akibat bunuh diri. Saya kaget dan hampir tidak percaya setelah mendengar kejadian itu,” tuturnya kepada koranbanjar.net, Jum’at (23/11/2018) di Ruangan Kesatuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Jalan Ahmad Yani Km 3,5 Kota Banjarmasin.

Aipda Erwin Mediyanto dikenal teman-teman di kesatuannya, memiliki perilaku yang sangat baik. Selama bertugas tidak pernah memiliki masalah di dalam kesatuan. Menjadi seorang penegak hukum di wilayah Banjarmasin sudah menjalani 16 tahun dan menjadi anggota kesatuan Sabhara di Polresta Banjarmasin baru menjalani 5 bulan.

“Dari tingkah lakunya dan kesehariannya selama dalam bertugas di sini, Erwin tidak pernah menimbulkan perangai yang aneh, dan orangnya cukup sederhana,” pungkasnya.(al/sir)