Rusia Temukan Kepala Serigala Berusia 40 Ribu Tahun

Kepala serigala purba, yang terawetkan dalam permafrost atau tanah yang berada di titik beku, selama 40 ribu tahun tampak di tepian sungai Tirekhtyakh di Republik Sakha (Yakutia), Rusia, 6 September 2018. (Foto: Reuters)
Kepala serigala purba, yang terawetkan dalam permafrost atau tanah yang berada di titik beku, selama 40 ribu tahun tampak di tepian sungai Tirekhtyakh di Republik Sakha (Yakutia), Rusia, 6 September 2018. (Foto: Reuters)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Aktifkan Suara”]
RUSIA – Sekitar 40 ribu tahun lalu, seekor serigala mati di kawasan yang kita kenal sekarang sebagai Siberia. Sekarang, kepala serigala yang terpenggal itu sudah ditemukan. Dan karena kondisi suhu membeku, kepala tersebut terawetkan. Bulu, gigi, otak dan dan jaringan kulit masih bagus.

Dilaporkan koran setempat Siberian Times, Pavel Yefimov, seorang warga Yakutia, menemukan kepala itu musim panas tahun lalu di pinggiran Sungai Tirekhtyakh, dekat Lingkaran Arktik di wilayah Yakutia.

Kepala serigala itu diserahkan kepada Akademi Sains Yakutia. Mereka sempat mengirimkan sampel dan data pengukuran keluar negeri. Dengan bantuan rekan-rekan dari Jepang dan Swedia, diketahui umur kepala itu sekitar 40 ribu tahun.

Kepala tersebut dipertontonkan kepada publik melalui rekaman video yang berikan oleh Akademi Sains kepada Reuters TV. Dalam tayangan video itu, tampak kepala serigala lebih besar dari spesies modern serigala. Kepala itu masih tertutup bulu-bulu dan tampak gigi-giginya. Matanya hilang.

Tahap selanjutnya, serigala itu akan menjalani prosedur yang disebut plastinasi. Plastinasi adalah teknik menggantikan lemak dan air dalam tubuh dengan polimer plastik. Hal itu untuk mencegah pembusukan dan melindungi jaringan tubuh untuk keperluan sains.

“Ini pengerasan dengan cara kimia agar bulunya tidak rontok dan agar kami bisa menyimpan (kepalanya) dalam keadaan tidak beku,” kata Valery Plotnikov, salah satu ilmuwan dari akademi itu, dalam tayangan video.(ft/voa/koranbanjar.net)

 

BeritaTerkait