BNN

Rizanie Tampik Lakukan Pengusiran Antung Aman Tapi Menegakkan Tatib

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar Akhmad Rizanie Ansyari, Senin (5/7/2021). (Foto: koranbanjar.net)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar Akhmad Rizanie Ansyari ketika dikonfirmasi koranbanjar.net pada Senin (5/7/2021), menampik telah lakukan pengusiran terhadap peserta rapat paripurna, Gusti Abdurrahman atau Antung Aman, tapi menegakkan tata tertib (tatib) dewan selaku pimpinan rapat.

BANJAR,koranbanjar.net – Diterangkan Rizanie, waktu itu Antung Aman sudah diberikan beberapa kali untuk berpendapat. Karena, ada mekanisme aturan dalam menyampaikan pendapat, termasuk izin pimpinan.

Anggota dewan lainnya, Yunani juga diberikan, ada Saidan Fahmi dan Irwan Bora. Ketika sudah cukup pendapat, giliran yang lain maka pimpinan wajib memberikan itu kepada yang lain untuk meminta pendapat orang lain bicara.

“Saat proses itu dan Antung Aman diberikan, Antung tak bisa kendalikan diri, mungkin geregetan dengan ulun (saya) tapi ulun tak ada masalah,” katanya.

Namun, ada kata-kata mengumpat, bahwa pimpinan tidak becus. Lantas, dia mempertanyakan itu. Sebab, dewan mempunyai aturan tata tertib sehingga munculnya kata-kata ini ia mempersilakan Antung Aman keluar kalau tidak bisa mengikuti aturan.

Pasal 137 Peraturan DPRD Kabupaten Banjar Nomor 01 Tahun 2019 tentang Tata Tertib DPRD Kabupaten Banjar,menyatakan pimpinan rapat dapat menutup atau menunda rapat apabila pimpinan rapat berpendapat bahwa rapat tidak mungkin dilanjutkan karena terjadi peristiwa sebagaimana dalam Pasal 135 dan Pasal 136.

Bunyi Pasal 135: Pimpinan rapat memperingatkan pembicara yang menggunakan kata-kata yang tidak layak, melakukan perbuatan yang mengganggu rapat, atau menganjurkan  untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum.

Bunyi Pasal 136: Apabila seorang pembicara tidak memenuhi peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135, pimpinan rapat melarang pembicara tersebut meneruskan pembicaraan atau perbuatannya.

“Kode beliau berdiri  dibahasakan ingin keluar. Keluar ya keluar kalau tidak ikuti tata tertib dan etika dalam forum,” jelasnya.

Menanggapi penilaian  Pengamat Politik Supiansyah Darham, bahwa dirinya dianggap arogansi dalam memimpin rapat paripurna. Ia justru membantah, karena selalu pimpinan rapat memang harus menjaga kelancaran rapat.

“Kuncinya kan pimpinan. Lancarnya rapat, artinya semua diberikan hak bicara. Kalau arogan, tidak juga. Kita pun tetap baik, kalau ada perbedaan itu hal biasa di dewan. Hal substansi, di luar berkembang, di dalam biasa-biasa saja,” kata dia.

BACA:  Komisi I Minta Dinkes Kalsel Tanggulangi Kelangkaan Obat dan Vitamin di Tabalong

Dia melihat forum sudah tidak kondusif, karena perdebatan antara mendukung paripurna dan ada mendukung dilaksanakannya pembentukan panitia khusus (Pansus). Bedanya, kalau mendukung Pansus maka itu adalah kemunduran.

Kenapa kemunduran?

“Karena kita sepakat Komisi II yang bahas, sama juga pembahasan yang lain seperti perubahan struktur perangkat daerah disepakati diserahkan kepada Komisi I. Tiba-tiba, ujug-ujug ada menyarankan pansus, itu kemunduran. Harusnya, selesaikan dulu,” beber Rizanie, dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Hal lainnya, sambung dia, ada yang katakan pimpinan jangan menjilat ludah sendiri, karena sama saja tidak konsisten terhadap kesepakatan.

“Saya konsisten, ada yang menjilat berarti itu tidak konsisten, semua sudah sepakat. Makanya, rapat paripurna terkait pansus atau tidak, kita tunda, sampai menunggu masuk surat semua fraksi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya oleh koranbanjar.net. Pengusiran Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Gusti Abdurrahman oleh  Wakil Ketua DPRD Banjar, Akhmad Rizanie Anshari pada rapat paripurna pembahasan tentang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) di gedung DPRD Kabupaten Banjar, Rabu, (30/6/2021) menjadi sorotan publik.

Pengamat Politik, Supiansyah Darham menyayangkan sikap salah satu unsur pimpinan rapat paripurna, Wakil Ketua DPRD Banjar, Akhmad Rizanie Anshari yang telah mengeluarkan Politisi Golkar, Antung Aman dari ruang rapat yang tengah berlangsung.

DPRD Kabupaten Banjar telah melaksanakan rapat paripurna membahas pembentunkan Panitia Khusus (Pansus) tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Bentuk Badan Hukum PDAM Intan Banjar, menjadi Perseroan Terbatas (Perseroda).

Ketika rapat paripurna berlangsung, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Gusti Abdurrahman, telah dikeluarkan dari ruang rapat paripurna oleh Wakil Ketua DPRD Banjar, Akhmad Rizanie Anshari. Karena Gusti Abdurrahman dinilai melanggar tata tertib rapat paripurna.

Pengusiran Gusti Abdurrahman menjadi sorotan publik, salah satunya datang dari Pengamat Politik, Supiansyah., SE.SH.

BACA:  DPRD Kalsel Usulkan Mobdin Rp3,2 M di Tengah Pandemi, LSM; Sebaiknya Dibatalkan!

“Saya menyayangkan cara pimpinan rapat mengeluarkan anggota DPRD Banjar seperti pak Antung Aman. Namanya juga forum rapat, saya rasa wajar-wajar saja ada perbedaan pendapat. Semua peserta rapat berhak menyampaikan argumentasi, untuk mencari hasil yang terbaik, tidak harus mengeluarkan peserta rapat. Katanya berteman baik, tapi mengeluarkan anggota dari ruang rapat. Itu bentuk arogansi pimpinan rapat,” ungkap Supiansyah Darham kepada redaksi koranbanjar.net, Jumat, (02/6/2021)

Supiansyah Darham menambahkan, berbeda jika Gusti Abdurrahman melakukan tindakan kegaduhan, seperti membalik meja, memukul-mukul meja atau melemparkan sebuah benda di dalam ruang rapat.

“Pak Antung Aman kan hanya menyampaikan pendapat, menyampaikan argumentasi dan tidak melakukan tindakan kegaduhan. Dengan pengusiran pak Antung Aman, saya malah jadi bertanya-tanya ada apa Wakil Ketua DPRD Banjar pak Rizanie dengan PDAM Intan Banjar?” ujar Advokat Kalsel ini.

Sebagai pimpinan DPRD Banjar dari Partai Politik pengusung pemerintah yang telah berkuasa, Supiansyah Darham justru menduga, pengusiran Antung Aman dari ruang rapat terkait dengan tujuan pembentukan Pansus.

“Pimpinan rapat yang mengusir kan dari Partai Politik pengusung pemerintah. Tentunya ada hubungan dengan PDAM Intan Banjar. Jangan bersikap arogan begitu lah…, pengusiran pak Antung Aman justru berpotensi menimbulkan suasana tidak kondusif di gedung DPRD Banjar. Sebagai sama-sama anggota dewan, mestinya jaga hubungan sesama anggota dewan yang harmonis. Kalau pak Rizanie punya massa, pak Antung Aman juga punya massa, jadi menjaga keharmonisan justru lebih baik,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Akhmad Rizanie Anshari telah mengeluarkan Antung Aman dari ruang rapat paripurna, karena dinilai telah melanggar aturan tata tertib (tatib) rapat resmi.

Dalam rapat paripurna Antung Aman telah menyampaikan pendapat yang dinilai Akhmad Rizanie Anshari terlalu lama, sehingga Akhmad Rizanie Anshari mengalihkan kepada anggota DPRD Banjar yang lain. Namun Antung Aman tetap meneruskan penyampaian pendapatnya. (dya/sir)

(Visited 40 times, 2 visits today)
  • Bagikan

(Visited 40 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *