Rizanie Dikukuhkan Sebagai Ketua Portina Kabupaten Banjar

Ahmad Rizanie Anshari dan pengurus Portina Kabupaten Banjar masa bakti 2020-2024 dilantik dan dikukuhkan, Senin (31/10/2022) di Lantai II Mahligai Sultan Adam di Martapura. (Sumber Foto: Kominfo Kabupaten Banjar/koranbanjar.net)

Ahmad Rizanie Anshari yang juga wakil ketua DPRD Kabupaten Banjar ini dikukuhkan sebagai Ketua Persatuan Olahraga Tradisional (Portina) Kabupaten Banjar, Senin (31/10/2022) di Lantai II Mahligai Sultan Adam di Martapura.

BANJAR, koranbanjar.net Rizanie dilantik dan dikukuhkan berasma pengurus Portina Kabupaten Banjar lainnya, untuk masa bakti 2022-2024.

Pelantikan dipimpin oleh Sekretaris Portina Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sirajuddin Kahfi.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Banjar H Masruri sampaikan selamat kepada pengurus Portina Kabupaten Banjar yang baru dilantik.

Masruri menjelaskan cukup banyak olahraga tradisional yang perlu dikenalkan, dikembangkan dan di lestarikan bersama. Diantaranya gobak sodor atau beasinan, tarik tambang, terompah panjang, gasing, balogo dan sejenisnya.

“Olahraga tradisional ini perlu dan bagus sekali diperkenalkan kepada generasi milineal, agar mereka mengetahui bahwa bangsa kita memiliki beragam olahraga tradisional yang asyik dimainkan dan menyehatkan, sehingga generasi muda kita tidak cuma terfokus pada game di gadget saja,” jelasnya.

Masruri berpesan kepada pengurus yang baru dilantik ini agar dapat menyusun program kegiatan dan penganggaran yang benar-benar berangkat dari visi dan misi organisasi, serta target dan sasaran yang terukur sesuai harapan dan tujuan.

Dikatakan Pemerintah Kabupaten Banjar akan terus mendukung semua bentuk kegiatan yang memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga tradisional.

“Pengurus Portina bisa menjadi mitra pemerintah daerah dan berkontribusi dalam penyelenggaraan pembangunan daerah,” harapnya.

Sementara itu Ketua Umum Portina Kabupaten Banjar Akhmad Rizanie Anshari menjelaskan, olahraga tradisional ini adalah olahraga atau permainan yang membuat gembira pada masa kecil.

“Olahraga masa kecil ini perlu dikembangkan lagi, salah satunya balogo yang telah dimainkan di beberapa desa antara lain di Kecamatan Sungai Tabuk,” jelasnya.

Ia berharap program organisasi dapat dijalankan sesuai dengan visi dan misi organisasi dan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah. (dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *