oleh

Ribuan Pegawai Non PNS Tak Berminat Ikut BPJS

KOTABARU, KORANBANJAR.NET – Meski sudah sering diusulkan untuk dapat mengikuti program jaminan ketenagakerjaan, namun hingga saat ini ribuan pegawai non PNS di Kotabaru beserta pekerja umum lainnya masih enggan mengikuti program dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan itu.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotabaru, Sugian Noor, dalam wawacaranya kepada wartawan, usai rapat bersama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Kamis (16/5/2019), di Kantor Disnakertrans Kotabaru.

Menurutnya, rendahnya minat masyarakat dalam mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan dikarenakan masih banyak yang belum paham tentang manfaat serta pentingnya jaminan ketenagakerjaan yang ditawarkan.

“Kurangnya minat masyarakat terhadap BPJS tenaga kerja ini cukup menjadi perhatian kami, sebab mereka perlu jaminan dalam bekerja,” kata Sugian.

Kepala Disnakertrans Kotabaru Sugian Noor, bersama Kepala BPJS Ketenagarejaan Cabang Batulicin, Aries Priyo Wibowo, Kamis (16/5/2019). (foto: cah/koranbanjar.net)

Padahal, ditekankannya, jika mengacu pada aturan UU Permendagri, maka pegawai non PNS seperti aparatur desa harus masuk dalam layanan BPJS Ketenagakerjaan.

“Begitu pula dengan para pedagang, mereka juga harus mendaftar. Sebab ini terkait jaminan perlindungan hidup dalam setiap mereka bekerja,” jelasnya.

Senada dengan Kepala Disnakertrans Kotabaru, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Aries Priyo Wibowo, juga mengakui rendahnya tingkat pengguna layanan BPJS Ketenagakerjaan dikarenakan masih kurangnya pemahaman masyarakat.

Bahkan dia menyebutkan dari 1.200 pegawai non PNS yang ada di Kotabaru saat ini, hanya 125 orang saja yang sudah mendaftarkan diri pada BPJS Ketenagakerjaan.

“Karenanya kami melalui Disnakertrans Kotabaru terus mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan ini,” ucapnya.

Dicontohkan Aries, salah satu keuntungan menggunakan jaminan BPJS Ketenagakerjaan, penggunanya akan mendapatkan jaminan pensiun. Meskipun pekerjaan yang ia geluti sebelumnya hanya sebagai tukang ojek, buruh, ataupun pekerjaan lainnya.

“Selain itu ada juga jaminan kecelakaan, jaminan hari tua dan jaminan kematian,” pungkasnya. (cah/dny)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: