Baznas

Rezeki Di Balik Pekatnya Debu

  • Bagikan

(Bagian 1)

BAKUMPAI, koranbanjar.net – Pernah mendengar istiliah kata flagman? Apabila anda pernah melewati persimpangan jalan yang mempertemukan antara jalan umum dan jalan perusahaan, biasanya di antara jalan itu berdiri 1 orang atau lebih dengan memegang 1 bendera tertentu yang biasanya berukuran kecil ditambah seragam rompi dengan warna mencolok, itu adalah flagman.

Flagman adalah seorang petugas resmi pengatur lalu lintas jalan raya. Biasanya flagman ditugaskan oleh pihak perusahaan swasta yang mempunyai jalan raya tersendiri.

Sebagai seorang petugas pengatur lalu lintas di jalan raya, teriknya panas pada siang hari, dinginnya hawa malam, hingga ratusan ribu butir debu jalanan yang beterbangan akan menjadi kawan akrab sepanjang hari dalam menemani seorang flagman bertugas.

Hal demikian sangat dirasakan oleh salah seorang flagman yang bertugas mengatur lalu lintas di jalan yang mempetemukan perempatan jalan perusahaan batu bara milik PT Talenta Bumi dengan jalan raya umum yang menghubungkan Kabupaten Barito Kuala (Batola) dengan Kabupaten Tapin di Desa Kuatik Dalam Kecamatan Bakumpai Kabupaten Batola.

TANPA PENUTUP HIDUNG – Dibalik pekatnya debu, Jam’anudin terus bekerja tanpa penutup hidung sedikitpun.

Adalah seorang Jam’anudin, pria berusia 20 tahunan ini sudah dua tahun menjadi seorang flagman untuk PT Talenta Bumi.

Bersenjatakan sebuah bendera kusam kecil yang warna sebenarnya hampir tak dapat dilihat lagi karena tertutup oleh debu, Jam’anudin selalu siaga berdiri tegak di pinggir perempatan jalan meneruskan atau memberhentikan jalannya kendaraan yang silih berganti.

Debu, gerimis, dingin hingga panas seolah tak mampu menghalanginya bertugas dalam mengatur lalu lintas. Udin, sapaan akrabnya, tetap gigih mengibar-ngibarkan bendera serta mengacungkan tangannya sebagai kode-kode pemberitahuan untuk kendaraan yang melintas.

Entah disadarinya atau tidak, di balik bisingnya putaran roda yang menerbangkan debu jalanan dari parade mobil-mobil truck besar pengangkut emas hitam itu, Udin sebenarnya sedang bertaruh dengan nyawa dan kesehatannya sendiri demi nafkah untuk seorang istrinya yang sedang hamil di rumah. (dny)

Bersambung ke bagian 2…

  • Bagikan