Resmikan BUMDes Mart, Guru Khalil: Jangan Sampai Besar Pasak pada Tiang

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Bupati Banjar, KH Khalillurahman, imbau agar BUMDes Mart tidak besar pasak pada tiang.  Hal itu ia sampaikan saat resmikan Rumah Pajang Bumdes Mart 8 Bersaudara, di Jalan Taruna Praja Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Kamis (13/12).

“Dalam berusaha itu asasny adalah profit. Makanya jangan sampai (BUMDes Mart) besar pasak pada tiangnya,” ujar Bupati Khalilurrahman saat sambutan.

Agar rumah pajang ini terus berkembang, Bupati menyerukan warga agar membeli bahan pokok di rumah pajang tersebut.

“Paling tidak delapan desa ini dulu yang harus membeli bahan pokok di rumah pajang. Kalau bukan kita yang memajukannya siapa lagi,” imbau Bupati.

BUMDes Rumah Pajang 8 Bersaudara ini merupakan gabungan dari 8 desa dan dua kecamatan. Kecamatan Martapura Kota ada empat desa yakni, Desa Sungai Sipai, Tungkaran, Cindaialus, Pesayangan Barat. Sementara Kecamatan Martapura Barat, meliputi Desa Penggalaman, Sungai Batang, Sungai Batang Ilir, Sungai Rangas dan Desa Hambuku.

Rumah BUMDes ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan Bumdes di wilayah Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN) Kabupaten Banjar.

Menurut Bupati yang kerap disapa Guru Khalil, saat ini pemerintah giat membangun kawasan perdesaan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Termasuk juga dalam rangka mengentaskan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar.

“Bumdesmart ini merupakan salah satu bantuan dari Dirjen PKP, kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI dari Proyek Pengembangan inkubator produk unggulan kawasan perdesaan KPPN Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Dalam perjalanannya, tambahnya, rumah panjang BUMDes Mart ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi perkembangan, promosi dan nilai tambah bagi pertumbuhan hingga perkembangan potensi produk unggulan 8 desa. Khususnya dalam mencapai peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan PADes.

“Dengan hadirnya Bumdes 8 Bersaudara ini harus benar-benar dijalankan dan dikelola secara sungguh-sungguh dan maksimal, sehingga bisa ditiru dan dibangun oleh desa-desa yang lain,” harapnya. (dra)