oleh

Rencana Perpanjangan Siring Kotabaru Terkendala Ranjau Aktif Peninggalan Jepang

KOTABARU, koranbanjar.net – Sekretatis Daerah Kotabaru Said Akhmad, mengatakan rencana penambahan panjang siring Kotabaru ke arah laut dan pembangunan masjid terapung perlu dipikirkan kembali. Pasalnya, di kawasan siring laut Kotabaru terdapat sejumlah ranjau aktif sisa tentara Jepang pada perang dunia ke II.

“Jika ranjau yang masih bertebaran di pinggiran laut Kotabaru ini belum dibersihkan, maka pihak Dinas pariwisata jangan melakukan lelang dulu, dan jangan sampai terjadi insiden yang menimbuilkan korban jiwa, karena itu akan jadi persoalan lain,” katanya, Selasa (10/9/2019).

Senada dengan sekda, Komandan Lanal Kotabaru Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto juga merasa perlu ranjau di pinggir laut dekat kawasan siring Kotabaru dibersihkan, seiring rencana penambahan panjang siring.

“Bila dipaksakan, takutnya saat pemasangan tiang pancang nanti terkena ranjau, dan mungkin akan meledak. Ranjau-ranjau itu masih aktif meski usianya sudah sangat lama,” ujarnya.

Dia menyebutkan, ada sekitar 60 sampai 70 persen ranjau aktif di yang masih terpasang bagian selat laut wilayah Kotabaru hingga di pinggir laut depan siring Kotabarum

“Karenanya, meski ranjau tertimbun lumpur, ada baiknya dibersihkan dulu demi keamanan dan kepentingan pembangunan di Kotabaru,” pungkasnya. (cah/dny)

Komentar

Berita Terkini