Relokasi Pasar Bauntung Masih Menuai Kontroversi

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Terkait dengan rencana relokasi para pedagang Bauntung ke Stadion Mini RO Ulin, Loktabat, Kota Banjarbaru, sepertinya ditanggapi beragam oleh para pedagang atau menuai kontraversi.

Penulusuran wartawan koranbanjar.net, Jum’at (14/12/2018), saat menggali informasi mulai dari pedagang pasar bauntung maupun pasar subuh, juru parkir, dan lain-lain serta pemerintah, ternyata sebagian menerima, namun ada juga yang menolak.

“Kami dari pedagang Pasar Subuh, untuk masalah relokasi bukan tidak setuju, tetapi untuk pembuatan pasarnya kami setuju, artinya memang Pasar Bauntung itu memang dari segi kapasitas tidak layak dan pemerintah memang benar,” ungkap Ketua Pedagang Pasar Subuh, Gusti Irwan.

Pihaknya pun tidak mempermasalahkan jarak jika harus dipindah ke stadion mini, karena tempat berjualan mereka hanya di jalan umum. Namun mereka menginginkan tarif di sana jangan mahal. “Kami pikir mungkin pemerintah bisa memberikan solusinya. Lalu kami para pedagang Pasar Subuh sebelumnya belum pernah diajak sosialisasi, yang sudah diajak sosialisasi hanya pedagang Pasar Bauntung,” ungkapnya.

Para pedagang berharap agar bisa juga diajak sosialisasi. Pemerintah juga harusnya bisa memberi keyakinan serta pendekatan kepada para pedagang untuk menghilangkan pola pikir pedagang yang takut jika dipindah jualannya akan sepi.

“Yang kami pikirkan sebagai pedagang Pasar Bauntung nasib kami berjualan akan seperti apa? Sedangkan jarak jauh dan lingkungan di dekat sana hanya perkantoran saja, karena orang perkantoran jarang ke pasar pasti ke mart, posisi tempat juga kurang strategis, rawan kejahatan di sekitar jalan itu tinggi, kalau memang sudah terpaksa kami memang akan mengikuti pemerintah tetapi kami harap tarif jangan mahal. Kata pelanggan kami juga lokasi di sana sangat jauh,” timpal Ketua Pasar Bauntung, Hariyadi

Berbeda dengan tanggapan Ketua UPT, Abdul Latif. “Tidak mungkin pasar ini dapat dipertahankan dari segi aspek kapasitas, bahkan kebersihan. Pemerintah bukan mematikan usaha para pedagang jadi pola pikir yang macam-macam berharap segera diubah. Pemerintah juga sudah pasti selalu memikirkan untuk prasarana yang lengkap.Tahapan sosialisasi juga akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Dari berbagai pendapat mulai dari para pedagang Pasar Bauntung maupun Pasar Subuh, akhirnya pemerintah pun angkat bicara mengenai hal tersebut.

“Pemindahan relokasi Pasar Bauntung ke stadion mini RO ulin bermula sebagai bagian dari janji politik Walikota Banjarbaru saat mencalonkan diri sebagai walikota, ada visi misi yang dibuat dan salah satunya ada relokasi Pasar Bauntung. Janji walikota telah disampaikan ke dewan dalam rangka RPJM (Rencana Pembanguna Jangka Menengah),” jelas Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru, Drs. Abdul Basid, MM

Dia menyatakan, Stadion Mini memang milik pemerintah kota tetapi karena stadion untuk kepentingan olahraga jadi harus izin terlebih dulu ke Kementrian Olahraga. Karena dengan relokasi tersebut otomatis tempat olahraga hilang, akan tetapi semua kajian sudah terpenuhi lalu dimulailah sekarang.

Sementara tahapan yang sudah dilaksanakan pendataan dan sosialisasi, dan  membuka pendaftaran. Ditargetkan tahun 2020, karena masih sosialisasi terus agar pikiran para pedagang terbuka untuk segera mendaftar dan setuju untuk direlokasikan ke Stadion Mini.

“Hanya 1,4 hektar tanah di belakang Pasar Bauntung serta dekat dengan sungai dan ada rumah penduduk, sehingga tidak memadai jika para pedagang ingin tetap di sana. Itupun jika ingin dibeli menurut pemerintah akan menyebabkan pencemaran lingkungan yang luar biasa. Alasan relokasi Pasar Bauntung ke Stadion Mini RO Ulin itu, karena dari segi jalan tidak memenuhi syarat, kondisi kebersihan, jika pedagang tidak setuju apa yang sudah menjadi ketetapan pemerintah, maka pemutusan akan berlanjut ke pengadilan dan menjalani sidang yang panjang,” jelasnya.

Setiap kebijakan pemerintah tujuannya ingin menjadi lebih baik sehingga untuk solusi para pedagang Pasar Bauntun, Pasar Subuh , juru parkir dan lainnya pasti akan selalu dipikirkan.

Menurut pertimbangan pemerintah memilih Stadion Mini RO Ulin karena lokasi di pinggir jalan, pertambahan penduduk yang luar biasa, mendukung supaya pasar itu ramai, relokasi dilakukan bukan untuk menyusahkan atau mematikan usaha pedagangm, tetapi untuk membantu para pedagang supaya harkat dan martabatnya juga naik dengan bangunan yang bagus.(mj-029/sir)