Baznas

Rebana Asli Produksi Martapura, Pembuatannya Tergantung Cuaca

  • Bagikan
Rebana adalah alat musik Arab. (foto:aristi)
Rebana adalah alat musik Arab. (foto:aristi)

Rebana atau biasa disebut terbang oleh masyarakat Kalimantan Selatan adalah salah satu alat musik yang biasa digunakan ketika menyanyikan syair-syair Arab, seperti maulid dan hadrah. Memproduksi rebana ini tidak sesederhana yang dibayangkan, tetapi sangat tergantung dengan cuaca.  

MARTAPURA, koranbanjar.net – Penjual rebana, alat marawis, dan alat musik arab lainnya di Desa Antasan Senor Kecamatan Martapura Timur, Kalsel, Ibnu Rasyid menceritakan, dia menjual rebana produksi asli Martapura. Tetapi sebagian adapula rebana produksi Jepara.

Karyawan Ibnu Rasyid bernama Fahri kepada koranbanjar.net mengatakan, rebana yang dijual tidak hanya produksi asli Martapura, tetapi adapula produksi dari Jepara.

BACA:  Wabup Banjar Meninjau RS Rutilahu di Melayu Ulu

“Perbedaan antara Martapura dan Jepara itu terletak pada kekencangan. Kalau rebana dari Martapura, terbuat dari kayu mahoni, proses pembuatan memakan waktu satu minggu dan untuk kulitnya terbuat dari kulit kambing,” ujar Fahri.

Penjual alat musik Arab asal Kota Martapura, Kalsel. (foto: aristi)
Penjual alat musik Arab asal Kota Martapura, Kalsel. (foto: aristi)

Selain menjual alat terbang, dia juga menjual bass yang disebut rebana bass Syekh Seman, terbuat dari kulit kambing, tetapi kayunya dari kayu mangga dan menggunakan rotan. “Kalau terbang (rebana) menggunakan kayu jepara,” ujarnya.

BACA:  Warga Tanbu Tolak Kebijakan Cek Saldo dan Tarik Tunai Dikenakan Biaya  

Harga rebana bermacam-macam mulai dari Rp150.000-Rp500.000 sedangkan harga bass Syekh Seman sekitar Rp1 sampai Rp2 juta. “Untuk bass Syekh Seman pembuatannya agak simple, 2 jam sudah jadi. Biasanya dipakai saat Haul Syekh Seman, sedangkan rebana bisa 3 hari, karena pembuatannya agak rumit dan kalau cuaca tidak mendukung agak lambat mengeringkan catnya,” ujar dia.

Saat pandemi ini, penjualan rebana sangat sepi. “Kemaren pas parahnya corona itu sangat sepi. Kemaren pas bulan Agustus nah itu rame lagi, karena haul jadi banyak orderan dan penjualan juga mulai meningkat,” tuturnya.(mj-36/sir)

BACA:  Acara Pengumpulan Banyak Orang Kini Dibolehkan di Kalsel, Begini Syaratnya

 

(Visited 5 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 5 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *