Pusat Perbelanjaan Sekumpul Jadi “WC Umum”, Faktanya Bikin Geleng Kepala

  • Bagikan

Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) yang berada di tepi Jl A Yani sekitar Km 38,5 Kota Martapura sama sekali tidak terurus. Sejak dibangun tahun 2003 silam hingga sekarang, sebagian besar pertokoan di PPS dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan membuat geleng kepala. Bahkan sebagian toko yang tidak terurus tersebut sering dijadikan “WC Umum”.

MARTAPURA, koranbanjar.net – Pantauan koranbanjar.net, Jumat, (26/02/2021) sekitar pukul 14.30 hingga 15.15 wita, keadaan pertokoan di PPS sudah banyak yang rusak. Pintu-pintu toko seperti rolling door sudah banyak yang tak berfungsi, bahkan banyak pula di antaranya yang sama sekali tidak disertai pintu.

Pada toko-toko yang tak berpintu, terlihat bagian dalam sangat jorok, menebarkan bau pesing dan kotoran lain. Di lokasi lain, bangunan terminal sudah mengalami kerusakan sangat parah, bagian atap ambrol. Tak jauh dari terminal, deretan toko dengan kondisi atap yang juga runtuh.

 

ATAP AMBROL – Atap pertokoan PPS sudah ambrol.(foto:koranbanjar.net)

Selain rusak, ambrol, adapula toko-toko yang penuh dengan coretan tak keruan. Tidak kalah parahnya kondisi yang terlihat pada area PKL. Di kawasan bak-bak PKL penuh dengan semak belukar, ada bangunan utama di area PKL itu yang sama sekali sudah tidak beratap alias hancur.

Informasi yang beredar di kalangan pedagang, kabarnya sebagian pertokoan di PPS itu merupakan milik oknum-oknum pejabat di lingkungan Pemkab Banjar. Hal itu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan toko-toko tidak difungsikan, melainkan hanya disewakan ke pihak lain.

TANPA ROLLING DOOR – Keadaan pertokoan tanpa rolling door. (foto:koranbanjar.net)

Catatan wartawan koranbanjar.net (sebelumnya wartawan Metro Banjar, red), Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) dibangun sekitar tahun 2003 silam di era Bupati dan Wakil Bupati Banjar, Rudy Ariffin dan Mawardi Abbas.

Lokasi PPS tersebut tadinya lahan Eks Pabrik Kertas Martapura (PKM). Dibangun Pemkab Banjar bekerjasama dengan pihak ketiga, PT Sinar Harapan Jaya (SHJ). Pembebasan lahan menggunakan APBD Kabupaten Banjar dengan alokasi yang tidak sedikit.

SEMAK – Pertokoan PPS dipenuhi semak belukar.(foto:koranbanjar.net)

Adapun data toko, ruko yang berfungsi dan tidak berfungsi dikutip dari laman tribunnews.com bersumber PD Bauntung Batuah adalah ruko 130 unit, yang buka 103 buah, tutup 27 buah.

Toko 950 unit, buka 118 dan tutup 832. Kemudian, bak PKL yang tersedia 1.008, buka 496, sedangkan tutup 512 buah.(sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *