oleh

Puluhan Sumur Bor Di Tegal Arum Terbengkalai Dan Tak Berfungsi

BANJARBARU, koranbanjar.net – Puluhan sumur bor yang dibuat Badan Restorasi Gambut (BRG) pada 2016 lalu untuk masyarakat di Jalan Tegal Arum, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, dikeluhkan warga setempat karena tidak berfungsi dengan baik akibat terdampak kekeringan.

Ketua RW 9 Tegal Arum, Juhdi mengatakan, air sumur bor di tempatnya tak cukup untuk menyandang kebutuhan sehari-hari warga.

“Airnya hanya cukup untuk menyiram tanaman saja. Sudah lama saya tidak pakai sumurnya karena harus dicoba berkali-kali dulu baru dapat airnya,” ujarnya kepada koranbanjar.net, Senin (23/9/2019) siang tadi.

Dia menganggap puluhan sumur bor tersebut telah gagal dan tidak bermanfaat bagi masyarakat.

“Hampir 50 unit sumur itu tidak berfungsi. Saya sudah paham betul. Beberapa sumur bahkan sudah kependam (terbengkalai), plangnya juga hilang. Selama dua tahun ini saya sudah coba berbagai cara tapi tetap tidak bisa. Setiap kejadian kebakaran pun sumur bor tidak bisa dimanfaatkan,” bebernya.

Padahal, diceritakan Juhdi, tim dari BRG selalu datang setiap tahun memeriksa kondisi sumur mereka.

“Tapi terkadang tim BRG yang datang hanya mengambil foto keadaan sumur saja. Waktu itu pernah saya marah karena saking kesalnya. Sedangkan air dari sumur ini juga diperlukan untuk memadamkan api saat kebakaran,” ucapnya.

Juhdi dan warga setempat berharap BRG bisa membuatkan sumur baru dengan spesifikasi dan kualitas yang sesuai.

“Percuma banyak sumur tapi tidak bisa dipakai. Lebih baik hanya ada beberapa titik sumur bor tapi yang besar tapi bisa dipakai,” pungkasnya. (ykw/dny)

Komentar

Jangan Lewatkan