oleh

Pulau Laut Kekeringan, Warga Semayap Harus Beli Air

KOTABARU, koranbanjar.net – Distribusi air untuk masyarakat d Pulau Laut, Kotabaru, resmi dihentikan total sejak Jumat (20/9/2019) lalu. PDAM Kotabaru terpaksa menghentikan distribusi air pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Gunung Relay, Gunung Perak dan Gunung Pemandangan di wilayah setempat karena terdampak kekeringan. Akibatnya, masyarakat Pulau Laut semakin kesulitan air.

Warga Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, Yuli, mengatakan kepada koranbanjar.net, Selasa (24/9/2019), untuk mendapat air bersih, dia terpaksa harus membelinya setiap hari seharga Rp 1.000 per 25 liter.

“Itupun tak cukup untuk mencuci pakaian. Jadi saya cuci pakaian di tempat kerja saya,” katanya.

Dia menceritakan, krisis air di desanya mulai ia alami sejak 1 September lalu. “Di tanggal 1 September lalu sekitar jam 10 malam, air PDAM di sini masih ada menetes. Namun setelah itu, bahkan sampai sekarang air bersih dari PDAM tidak menetes lagi,” tuturnya.

Yuli berharap krisis air yang melanda akibat kemarau bisa cepat teratasi agar masyarakat dapat kembali menikmati air bersih dari PDAM.

Baca juga: Akibat Kekeringan, Distribusi Air PDAM Di Pulau Laut Dihentikan 3 Bulan

“Saya juga ingin pemerintah daerah bisa menangani persoalan ini dengan serius agar tidak terjadi lagi krisis air setiap tahun saat kemarau,” pungkasnya. (cah/dny)

Komentar

Jangan Lewatkan