PT Conch Keberatan Penuhi Tuntutan Warga Mantuil dan Basirih

oleh -169 views
Aktivitas bongkar muat armada dump truk di pelabuhan Pelindo III, Kelurahan Basirih Selatan, yang diduga untuk kebutuhan pembangunan bandara (foto: leon/koranbanjar.net)
    Marketing PT Conch, Dadi Nugraha (foto: leon/koranbanjar.net)

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Perusahaan industri semen asal Negeri Tirai Bambu, PT Conch South Kalimantan Cement, keberatan memenuhi tuntutan warga Mantuil dan Basirih di Kelurahan Basirih Selatan, Banjarmasin, ujar Marketing PT Conch, Dadi Nugraha.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi lima tuntutan warga Mantuil dan Basirih yang disampaikan melalui mediasi PT Pelindo III.

“Dari lima tuntutan warga Mantuil dan Basirih, nomor satu saja kami sudah merasa keberatan,” ujarnya di Banjarmasin, Jum’at (8/3).

Warga Mantuil dan Basirih mengajukan lima tuntutan terkait aktivitas angkutan dump truk di pelabuhan Pelindo III yang merusak ruas jalan di wilayah tersebut.

Dari lima tuntutan tersebut, salah satunya adalah agar pihak perusahaan mengurangi jumlah muatan, tidak boleh lebih dari 10 ton.

Sebagai perwakilan PT Conch, katanya, ia belum bisa memastikan apakah perusahaan bisa melakukan pengurangan jumlah angkutan atau tidak.

“Kami akan usahakan, saat ini kami juga melakukan pertemuan internal dengan beberapa Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) yang beroperasi di pelabuhan Pelindo III,” katanya.

Kemungkinan besar, pihak PT Conch tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut karena selama ini total angkutan yang beroperasi diatas 10 ton.

Warga Mantuil dan Basirih mengancam akan menahan armada angkutan yang melintas di wilayah mereka bila tuntutan tidak dipenuhi.

Menanggapi hal tersebut, Dadi Nugraha mengaku pihaknya memahami keluhan warga Mantuil dan Basirih.

“Kami hanya berharap ada titik terang terhadap permasalahan ini, agar kita dapat beraktivitas kembali. Kami siap mensupport kebijakan PelindoIII untuk menemukan solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila memang PT Conch tidak bisa memenuhi tuntutan warga Mantuil dan Basirih, pihaknya siap angkat kaki dari pelabuhan Pelindo III.

“Kalau kami tidak bisa menyediakan angkutan berkapasitas 10 ton, apa boleh buat, dengan terpaksa kami tidak bisa kerja lagi disini,” tambahnya.

Sebelumnya, telah dilakukan mediasi antara PT Pelindo III dengan perwakilan warga Mantuil Permai dan Basirih di ruang rapat Barito PT Pelindo III, Banjarmasin, Rabu (6/3) lalu.

Namun upaya mediasi gagal menemukan kesepakatan karena PT Pelindo III kesulitan mewujudkan tuntutan warga.

Warga Kelurahan Basirih Selatan mengeluhkan kondisi ruas jalan diwilayah mereka rusak dan berdebu, akibat aktivitas angkutan armada dump truk pengangkut material.
Armada dump truk tersebut diduga mengangkut melebihi tonase sehingga material yang dibawa seperti pasir dan batu split, sering jatuh berserakan dijalanan.

Atas kondisi tersebut, warga Mantuil dan Basirih sepakat mengeluarkan tuntutan yang berisi lima poin, kepada perusahaan armada dump truk.

Antara lain, warga menuntut dilakukan perbaikan jalan yang rusak, pengurangan kapasitas angkutan serta bak dump truk harus ditutup dengan terpal untuk meminimalisir debu dan material yang terjatuh. (al/ndi)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan