PT Adaro Optimalisasikan Reklamasi Bermanfaat Bagi Masyarakat

Bimtek pendampingan penyusunan reklamasi, Jumat (9/9/2022) di Banjarmasin. (Sumber Foto: vit/koranbanjar.net)

Sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan reklamasi di area operasional, PT Adaro Indonesia menggelar bimtek atau bimbingan teknis mengenai “Pendampingan Penyusunan Reklamasi Bentuk Lain” di Banjarmasin, Jumat (9/9/2022).

BANJARMASIN, koranbanjar.net Bimtek untuk optimalisasi reklamasi diikuti oleh tim dari PT Adaro Indonesia dan mitra kerjanya, yakni PT SIS, PT BUMA, PT PPA, PT RLI, dan beberapa kontraktor lain.

Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh tim dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Minerba, yaitu Tiyas Nurcahyani, S.T., M.Si, Koordinator Perlindungan Lingkungan Minerba/Inspektur Tambang; Nur Anbiyak S.T., M.Sc., Suboordinator Perlindungan Lingkungan Minerba/Inspektur Tambang; serta Arief Pratama, S.T., Inspektur Tambang.

Menurut Tiyas Nurcahyani, pihaknya sangat mengapresiasi pelaksanaan bimtek ini, karena konsep reklamasi yang baik itu tidak sekadar membuat area bekas tambang menjadi tampak hijau saja, tapi juga harus dilakukan sesuai dengan pedoman yang ada.

“Sekarang sudah kami pertegas melalui Kepmen ESDM nomor 1827 tahun 2018 lampiran 6, bahwa reklamasi bentuk lain ini bisa dikembangkan oleh perusahaan dengan persyaratan lebih ketat karena pengelolaannya tidak hanya revegetasi saja,” ujarnya.

Peserta bimtek penyusunan reklamasi bentuk lain, Jumat (9/9/2022) di Banjarmasin. (Sumber Foto: vit/koranbanjar.net)

Sementara itu, Didik Triwibowo, HSE Deputy Division Head PT Adaro Indonesia mengatakan, saat ini tuntutan reklamasi itu bukan hanya sekedar hijau-hijau dan yang bermanfaat secara lingkungan, tetapi harus memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Reklamasi membutukan keterlibatan kita semua, dari mulai perencanaan, penataan lahan sampai dengan ke pasca tambang,” kata Didik.

Mine Rehabilitation and Reclamation Department Head PT Adaro Indonesia, Bayu Nasution menambahkan, dalam waktu dekat, PT Adaro Indonesia akan menyusun rencana reklamasi tahun 2023-2027.

Saat ini beberapa area berpotensi untuk menjadi area reklamasi bentuk lain, contohnya kolam pasca tambang di kabupaten Balangan seluas 20 hektare yang bisa dijadikan sebagai sumber air atau destinasi wisata.

“Dengan adanya bimtek ini, semoga ke depan PT Adaro Indonesia dan mitra kerja sudah dapat menginventaris area-area tersebut sehingga dapat berdayaguna dan memberi nilai tambah untuk masyarakat sekitar,” kata Bayu kepada koranbanjar.net, Rabu (14/9/2022). (vit/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *