Proyek Drainase di Sekumpul Dinilai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga

oleh -328 views
Proyek Drainase Di Sekumpul Dilinai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga
Drainase di Gang Tabah Sekumpul. (foto: hendra/koranbanjar.net)

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Proyek jalan permukiman Sekumpul, Martapura, oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan, pengerjaannya dinilai asal-asalan.

Proyek yang dilaksanakan oleh CV Beingin Jaya ini tersebar di empat lokasi berbeda. Jalan Sekumpul Raya sekitaran simpang tiga Gunung Ronggeng adalah perbaikan drainase, dan di Gang Tabah dan Gang Arrahman Sekumpul pembuatan drainase, serta di Jalan Berkat Tawakkal pengerjaan jalan paving block dengan lebar kurang lebih 3 meter dengan panjang 220 meter.

Salah satu warga di Gang Tabah, Imam Firdaus, mengatakan pembuatan parit dari gorong-gorong segi empat itu pengerjaannya asal-asalan bahkan menurutnya tidak 100 persen selesai.
Menurutnya, warga setempat menyesalkan pembuatan drainase tersebut, sebab menurutnya bukan memperbaiki bahkan malah memperburuk dari semula.

“Andai kami tahu akan seperti ini jadinya, warga di sini pasti sejak awal sudah menolak (pengerjaan drainase itu,” ujar pria yang akrab disapa Daus kepada koranbanjar.net, Kamis (24/1/2019).

Proyek Drainase Di Sekumpul Dilinai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga
Tutup gorong-gorong lebih tinggi dari jalan semula. Semen jalan semula pecah. (foto: hendra/koranbanjar.net)

Sebelumnya Gang Tabah ini jalannya disemen oleh warga setempat tanpa ada drainase, sehingga jika hujan deras maka terjadi genangan air. Sementara pembuatan drainase ini tepatnya di tengah-tengah jalan dengan memasang gorong-gorong segi empat yang ditanam.

Namun menurut Daus, pembuatan drainase itu terbilang tidak efektif, sebab tidak dapat mengalirkan air ke drainase utama di Jalan Sekumpul, malah airnya tertahan tidak bisa mengalir.

Selain itu ia juga mengeluhkan pengerjaan yang terkesan asal-asalan. “Lihat saja finisingnya tidak rapi. Gorong-gorongnya lebih tinggi dari jalan semula. Kendaraan tidak bisa lagi berselisihan, bahkan saat dilalui sepeda motor menimbulkan bunyi seperti melewati jembatan gantung, suaranya sangat menggangu. Jauh lebih nyaman yang sebelumnya,” keluhnya.

Ia menambahkan, selain mengganggu kenyamanan warga, akibat drainase ini juga akan mengganggu kenyamanan jamaah Haul Abah Guru Sekumpul yang akan dilaksanakan kurang lebih dua bulan lagi ini. “Di gang ini saat Haul Abah Guru dijadikan sebagai shaf jamaah salat, namun jika keadaannya seperti ini jelas tidak bisa lagi,” tuturnya.

Proyek Drainase Di Sekumpul Dilinai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga
Masih di Gang Tabah, sebagian gorong-gorong sudah pecah/rusak. (foto:hendra/koranbanjar.net)

Dari pantauan koranbanjar.net di lapangan, hasil pengerjaan drainase di Gang Tabah tidak nyaman untuk dilalui pengguna roda dua disebabkan posisi gorong-gorong lebih tinggi dari jalan semula. Selain itu material gorong-gorong tersebut sebagian terlihat retak dan pecah.

Sementara pengerjaan jalan paving block di Jalan Berkat Tawakkal dan Gang Arrahman nyaris tidak ada dikeluhkan. Sedangkan pengerjaan drainase di Jalan Sekumpul Raya terlihat lebih parah. Sebagian gorong-gorong dibiarkan begitu saja tanpa ditutup.

Proyek Drainase Di Sekumpul Dilinai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga
Paving block di Jalan Berkat Tawakkal Sekumpul. (foto: hendra/koranbanjar.net)

Seorang warga yang berjualan dekat drainase tersebut menyebut tidak tahu apakah pengerjaan gorong-gorong itu sudah selesai atau belum. “Menurut saya ini jelas belum selesai pengerjaannya, namun saya bingung sudah satu bulan tidak dilanjutkan lagi,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya ini Jumat, (25/1/2019).

Menurutnya, jika pengerjaan ini memang dianggap selesai dan tidak dilanjutkan lagi, berarti proyek ini hanya membuang-buang duit rakyat. “Sebab kan ini untuk supaya tidak ada lagi keganangan air jika hujan, namun nyatanya ini tidak ada fungsinya, ya sama saja dengan yang dulu. Malah, bertambah tidak nyaman untuk dipandang,” cetusnya.

Proyek Drainase Di Sekumpul Dilinai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga
Drainase di Jalan Sekumpul Raya yang dibiarkan belum selesai. Namun Sabtu (26/1/2019) sudah ditutup oleh pekerja. (foto: hendra/koranbanjar.net)

Namun, hari Sabtu (26/1/2019) para kuli menutupi gorong-gorong yang sebelumnya sempat mangkrak. Mereka mengakui bahwa sebelumnya sempat tidak diselesaikan. “Inya ini melanjutkan yang belum selesai. Kami hanya bekerja sesuai instruksi di atas, selebihnya kami tidak tahu menahu. Pokoknya ada uang kami kerja,” ujar pria yang sering disapa Upi ini.

Proyek Drainase Di Sekumpul Dilinai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga
Gorong-gorong yang sudah ditutup oleh pekerja, di Jalan Sekumpul Raya, Sabtu (26/1/2019). foto: hendra/koranbanjar.net)

Ditanya apakah akan ada lagi perbaikan pada gorong-gorong yang dianggap belum sempurna, ia menyebut belum mengetaui, yang pasti jika ada instruksi kita akan kerja lagi. Ia membeberkan upah yang mereka dapat, untuk pemasangan satu gorong-gorong mendapatkan upah Rp 30.000 ribu.

“Jika kami berlima, maka hasilnya kita bagi lima juga, jadi berapa gorong- yang kita dapat perhari,” imbuhnya.

Proyek Drainase Di Sekumpul Dilinai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga
Pekerja menutup gorong-gorong di Jalan Sekumpul Raya, Sabtu (26/1/2019). (foto: hendra/koranbanjar.net)

Proyek dari Pemprov Kalsel ini menelan dana APBD sebesar Rp 1.432.434.755 miliyar tahun anggaran 2018, dengan durasi pengerjaan 90 hari kalinder. Disebutkan pada berita sebelumnya kontrak pengerjaan proyek ini berakhir pada 27 Desember 2018 lalu.

Proyek Drainase Di Sekumpul Dilinai Asal-asalan, Hasilnya Ganggu Kenyamanan Warga
Papan informasi proyek Jalan Permukiman Sekumpul menghabiskan Rp 1.432.434.755 miliyar APBD 2018. (foto: hendra/koranbanjar.net)

Sementara Kasi Penataan Prasarana dan Sara Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kalsel, Wahyudin R Haris, tidak bisa dikonfirmasi melalui seluler karena telepon tidak diangkat. Saat didatangi di kantor Disperkim Kalsel yang beralamat di Jalan jendral Sudirman Banjarbaru, Jumat (25/1/2019), yang bersangkutan sedang ke Bandung seperti disebutkan resepsionis. (dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan