oleh

Protes Bansos, Warga Sebut RT, Lurah Dan Dinsos Saling Lempar

Warga dari berbagai kelurahan mendatangi Kantor Dinas Sosial Banjarmasin, protes soal bantuan sembako terdampak Covid-19.

BANJARMASIN, KoranBanjar.net – Pantauan Koranbanjar.net di tengah kericuhan, salah satu warga Kelurahan Kuin Cerucuk ketika di hadapan petugas Dinsos yang berjaga di depan pintu kantor, menyebut antara pihak Dinsos dengan RT dan Kelurahan saling melempar.

Ulun nih jangankan bantuan 600 nitu, sembako Covid, duit 250, ada jua yang 300, kedada dapat sama sekali, berbagai bantuan pemerintah sampai wahini kada pernah ulun dapat, padahal data sudah masuk dua kali ulun memasukan, ujar RT ke lurah, ujar lurah ke Dinsos, ujar nang disini di RT, kayapa saling lempar kaya itu,” bebernya di hadapan petugas penerima usulan, Senin (18/5/2020)

Tidak berhenti di situ, laki-laki yang bertempat tinggal di Gang 17 Juli Belitung Darat Kelurahan Kuin Cerucuk Kecamatan Banjarmasin Utara ini kepada KoranBanjar.net mengungkapkan, hampir kurang lebih 7 tahun dirinya mengaku tidak terjamah Bansos, baik BLT, BST, hingga dana Covid-19.

Kalau pemerintah kada merata dan kurang memberikan bantuan sosial kepada kami yang terdampak Covid-19, maka jamin wabah Corona kada bakalan hilang, sebab orang pasti keluar mencari nafkah demi urusan perut,” cetus laki-laki bernama Samsul ini.

Ia seorang penjual utas (cincin batu) di Pasar, mempunyai tiga orang anak. Diceritakan olehnya saat ini ia jarang berjualan sebab sepi pembeli.

Jangankan membeli, melihatpun jarang urang lawan jualan ulun, jadi demi menutupi kebutuhan makan, terpaksa ulun memohon bantuan dana Covid ini,” tuturnya.

Samsul berharap kepada Dinas terkait, agar bantuan dampak Covid-19 betul-betul tepat sasaran,”Harus yang bujur-bujur sakit urangnya, sebab bila warga kada terpenuhi, maka pasti inya keluar mencari makan, ini harus jadi perhatian pemerintah,” tandasnya.

Sementara Sandi, petugas penerima usulan Dinsos Kota Banjarmasin, ketika dikonfirmasi menjelaskan, tidak ada yang saling lempar. Hanya saja terjadi miskomunikasi antara RT dan Kelurahan.

“RT yang punya warga, bukan Dinsos, kami taunya menerima data dari RT dan Kelurahan, bukannya saling melempar tetapi kami takutnya apabila usulan warga ini kami masukan, khawatirnya ganda,dari RT masuk, dari kami juga ada, makanya saya suruh temui lagi RT tanyakan mengapa sampai warga yang bersangkutan tidak dimasukan namanya, atau mengapa tidak ada namanya padahal sudah mendaftar, seperti itu,” terang Sandi.

Kadinsos Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto menanggapi permasalahan itu dengan singkat mengatakan antara warga dan petugas dari RT, lurah, maupun petugas penyuluh di lapangan agar saling memahami.

“Diharapkan saling memahami, jaga situasi tetap kondusif, demi kenyamanan bersama,” ucapnya singkat.(yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: