BNN

Program Samping Desa Wujudkan Desa Sejahtera di HSS

  • Bagikan
Bupati HSS (dua kanan) dalam kegiatan rakor sarjana pendamping desa, Rabu (16/6/2021). (Sumber Foto: Kominfo HSS/koranbanjar.net)

Membangun desa untuk mewujudkan desa sejahtera di HSS (Hulu Sungai Selatan), Pemkab HSS melalui Dinas Sosial menggelar rapat koordinasi sarjana pendamping (Samping) desa, Rabu (16/6/2021) di Gedung Pramuka Kandangan.

HULUSUNGAISELATAN,koranbanjar.net – Samping desa bertugas mengawal berbagai program pemerintah dalam kemandirian dan pengentasan kemiskinan.

Penghubung kelompok masyarakat dengan berbagai potensi, serta melaksanakan tugas pendataan/pembaharuan data terkait dengan permasalahan dibidang sosial.

Kegiatan yang mengusung tema “Sehati Bersama Membangun Desa yang Mandiri,” dibuka Bupati HSS Drs H Achmad Fikry MAP didampingi Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad SAP MA.

Kepala Dinas Sosial HSS Nordiansyah SSos MSi mengatakan, kegiatan rakoor ini dilaksanakan selama 2 hari, yakni angkatan pertama pada hari ini.

Diikuti sebanyak 75 orang samping desa yang berasal dari Kecamatan Kandangan, Padang Batung, Sungai Raya, Telaga Langsat dan Angkinang.

Sedangkan angkatan kedua akan dilaksanakan pada Senin, 21 Juni 2021 yang akan diikuti sebanyak 72 orang samping desa dari Kecamatan Daha Selatan, Daha Utara, Daha Barat, Kalumpang, Simpur dan Loksado.

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mendapatkan arahan dan pembinaan dari pembina yakni Bupati HSS dan Wakil Bupati HSS dalam rangka memberikan motivasi bagi seluruh samping desa.

Menjalankan tugasnya sebagai salah satu ujung tombak dalam percepatan pembangunan bidang kesejahteraan sosial di HSS.

Selain itu melalui rakoor ini dapat dijadikan sebagai sarana bagi seluruh bidang yang ada di Dinas Sosial HSS untuk menginformasikan berbagai program kerja di tahun 2021, sebab sarjana pendamping desa pada saat ini telah fokus pada pendampingan program sosial.

Dengan peran yang diberikan, maka diharapkan sarjana pendamping desa dapat terus berkembang dan melakukan inovasi mengikuti perkembangan jaman serta menjadi pondasi dasar dalam mengawal program-program daerah khususnya dibidang pengentasan kemiskinan.

Selesai membuka kegiatan Rakoor ini, Bupati HSS H. Achmad Fikry dalam wawancaranya menjelaskan kenapa diadakan Samping Desa ini.

Dimulai dari 2014, ketika Bupati dan Wakil Bupati dilantik tahun 2013, karena visi di 2013 itu adalah pemerintahan yang bersih dan melayani.

“Itu konsep awal, kemudian ditaruh ke desa karena saat itu di desa masih belum ada perangkat desa seperti sekarang, jadi kadang pelayanan agak lambat dan lain-lain akhirnya kita olah samping desa disana,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati memaparkan tugas pertama mereka adalah membantu Kepala Desa dalam hal surat menyurat, pelayanan administrasi, dan lain-lain.

“Setelah itu seiring waktu desa ada pengangkatan perangkat desa, ada program lain dari Kementerian Desa yang mengangkat sarjana pendamping desa lainnya, maka kembali ke konsep awal, sarjana pendamping desa untuk mewujudkan desa sejahtera,” ucapnya.

Menurutnya, agar desa lebih sejahtera, tentu ada orang didalamnya, tidak semua orang bisa ditangani oleh pemerintah, karena terbatas.

Akhirnya mana didahulukan warga yang dapat bantuan program pemerintah, apakah bantuan sosial dari provinsi, kabupaten, dan pusat itu diminta untuk mengawal secara individual oleh samping desa.

“Dikawal mereka, apakah bantuan sudah sampai, tepat sasaran, bagaimana perubahan setelah dapat bantuan, termasuk juga samping desa kita mengawal atau membantu warga kita yang membutuhkan pelayanan, seperti lanjut usia yang berobat,” lanjut Bupati.

Dikatakan Bupati HSS bahwa pada periode kedua menjadi Bupati, langkah mereka bergeser untuk mengawal kepada individu yang dapat program bantuan sosial.

“Makanya ini diadakan rakoor, kita charge lagi mereka dan mengingatkan tugas mereka mudah-mudahan mereka nanti bisa terus berkiprah di desa. Dulu samping desa di kelola oleh bagian ekobang pada awal 2014, sekarang sudah bergeser ke Dinas Sosial,” ungkapnya.

Terakhir, Bupati mengatakan program samping desa adalah program lokal, yang tidak ada di provinsi ataupun di nasional.

“Ini murni kebijakan lokal kita, kita ingin desa itu maju, maka perlu didampingi sarjana-sarjana pendamping desa. Semua samping desa ini adalah orang Kab. HSS, tidak ada orang luar, jadi secara geografis sudah mengenal lingkungan kita,” tuturnya. (kominfohss/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 2 =