Baznas

Program Mengajar Paket B Dan C Di Keluarahan Palam Sangat Membantu Warga Kampung Purun

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BANJARBARU – Program mengajar paket B dan C yang diadakan di Kampung Purun Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Banjarbaru ternyata sangat membantu warga khususunya bagi mereka yang sekolahnya tertinggal atau putus ditengah jalan.

Tercatat ada sekitar 40 orang yang mengikuti program mengajar tersebut dengan rata-rata usia berkisar dari 20 hingga 45 tahun.

Kini kegiatan program mengajar paket B dan C yang dilaksanakan 2 kali dalam seminggu itu tengah menjalani semseter kedua.

Salah satu dari warga Kampung Purun yang mengikuti program mengajar, Citra Ameli (34) mengatakan sangat bersyukur dengan adanya program tersebut.

“Alhamdulillah bersyukur dengan adanya program ini karena bisa menambah ilmu yang ketinggalan dan juga menambah teman,” katanya kepada koranbanjar.net (10/01).

Diakui Citra yang mempunyai 2 anak itu, selain untuk mendapatkan ilmu, dengan mengikuti program mengajar tersebut ia juga nantinya berharap bisa bekerja dengan modal ilmu dan ijazah yang ia dapat pada program mengajar itu.

“Kali aja bisa bantu kerja suami, buat nambah-nambah kebutuhan di rumah, dari pada nganggur saja dirumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Palam yang merupakan pencetus dari program mengajar tersebut mengatakan bahwa di Kampung Purun banyak warga yang putus sekolah. Oleh karena itu diadakakanlah program tersebut sekaligus dengan harapan bisa memajukan kerajinan dari Kampung Purun.

“Jadi kelurahan mengajar ini banyak warga kita yang putus sekolah, kemudian pengrajin khusunya banyak dari mereka yang putus sekolah,” ujarnya.

Diteruskannya lagi, tujuan dari program tersebut bermaksud untuk membantu warga agar bisa mendapatkan ijazah sekolah serta untuk  memperbaiki kualitas kerajian dari tanaman purun.

“Di dalam kelas kita bisa memberikan masukan, kreasi, dan membina mereka, agar warga lebih paham,” imbuhnya.

Lurah Palam menceritakan, dalam proses mengajar di program tersebut, mereka masih kekurangan buku modul mengajar. “Mudahan saja ada orang yang peduli pendidikan bisa membantu menyumbangkan buku,” tuturnya.

Program mengajar itu dilaksanakan tanpa  membebani APBN/APBD karena tenaga pendidiknya terdiri dari Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kasi pemerintahan, Kasi Ekobang, Kasi Kessos dan para staf kelurahan yang rela mengajar tanpa dibayar. (maf)

  • Bagikan