Portal Pasar Keramat Barabai Gunakan Potongan Kertas Tulis Tangan

  • Bagikan
POTONGAN KERTAS – Inilah karcis yang digunakan memasuki Pasar Keramat Barabai. (foto: ramli)
POTONGAN KERTAS – Inilah karcis yang digunakan memasuki Pasar Keramat Barabai. (foto: ramli)

Pemberlakuan portal 24 jam di Pasar Keramat Barabai sejak 1 Oktober 2021 kemarin belum sepenuhnya diterima masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Terlebih, petugas portal tersebut tidak menggunakan karcis resmi, hanya menggunakan potongan kertas yang ditulis tangan.

BARABAI, koranbanjar.net– Para pedagang di Kota Barabai hanya mendapatkan potongan kertas yang bertulis tangan untuk melewati portal elektronik Pasar Keramat Barabai. Tentu saja hal itu mengundang mengundang tanda tanya dan keluhan para pedagang.

Tidak hanya itu, semula para pedagang berharap mendapatkan kartu gratis agar bisa bisa keluar masuk lokasi Pasar Keramai Barabai atau hanya satu kali bayar. Faktanya, setiap keluar harus tetap membayar retribusi.

Selain hanya mendapatkan potongan kertas yang hanya ditulis tangan, masyarakat serta pedagang juga mengeluhkan fasilitas portal elektronik tersebut, di antaranya CCTV dan karcis yang keluar dari mesin portal.

Menurut pedagang Pasar Keramat Barabai, Rifani kepada koranbanjar.net Rabu, (10/11/2021) sekitar pukul 08.00 WITA, dia berjualan di dalam pasar. “Apabila keluar bayar portal dapat kertas seperti ini saja,” ujarnya sambil memperlihatkan kertas bertulis tangan tersebut.

PORTAL – Memasuki Pasar Keramat Barabai. (foto: ramli)
PORTAL – Memasuki Pasar Keramat Barabai. (foto: ramli)

Karena sibuk berjualan, dia sering lupa meletakan potongan kertas, bahkan sering hilang. “Waktu mau keluar lewat portal selalu bilang kalau sudah bayar, tetap ditanya mana kertasnya. Padahal CCTV di depan portal ada, kan bisa di sana mencek yang mana sudah keluar dan bayar, kenapa tetap tidak percaya, tetap mau mencari kertasnya,” tambah dia.

“Harapan kami cuma satu tolonglah aparat yang berwenang untuk dicek keadaan dan diperbaiki sistemnya, agar pemerintahan berjalan baik, masyarakat pun tidak terbebani,” harap Rifani.

Selain Rifani yang mengeluhkan kertas hanya ditulis tangan dan CCTV yang tidak di pergunakan sebagaimana mestinya, pengunjung pasar, Dino mengemukakan hal senada.

“Kertas yang ada di dalam mesin portal tersebut pun tidak pernah lagi keluar dan mungkin tidak tersedia, kalau seperti ini, jumlah pendapatan yang masuk pasti tidak tepat,” ungkap Dino.

Dia menceritakan, untuk membuka portal masuk di Pasar Keramat Barabai harus menggunakan remote control yang dipegang petugas. “Kalau dulu, si pengendaranya saja yang menekan tombol , tapi sekarang cuma dengan remote, entah untuk apa jadi seperti itu saya juga bingung,” tutup Dino.(mj-41/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *