Baznas

Polrestabes Autopsi Jasad Balita yang Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Banjarmasin

  • Bagikan
Autopsi yanga dilakukan terhadap balita korban yang diduga mengalami penganiayaan di TPU Pulau Beruang Banjarbaru. (foto: yanda)
Autopsi yanga dilakukan terhadap balita korban yang diduga mengalami penganiayaan di TPU Pulau Beruang Banjarbaru. (foto: yanda)

Jajaran Polrestabes Banjarmasin kini telah melakukan autopsi terhadap jasad seorang balita, NM (4,7 tahun) asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang diduga menjadi korban penganiayaan ayah dan ibu tirinya. Sebelumnya, balita disebutkan meninggal akibat kecelakaan naik sepeda.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Pihak Polrestabes Banjarmasin saat ditemui koranbanjar.net melalui Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi pada Senin , (24/5/2021) pukul 14.30 WITA menyampaikan, saat ini pihak Reskrim menunggu hasil autopsi jenazah balita NM (4) yang masih ditangani tim forensik RSUD Ulin Banjarmasin.

Untuk autopsi sudah dilakukan pada Senin, 24 Mei 2021 pada pukul 09.30 WITA di TPU Pulau Beruang Banjarbaru. “Kami lagi menunggu hasilnya keluar dari tim forensik RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Kasat Reskrim.

BACA:  YMH Salurkan Bantuan Sekolah untuk Warga Murung

Kompol Alfian juga mengatakan, hasil autopsi biasanya dapat diketahui setelah 7 hari, “nanti akan saya sampaikan ke rekan-rekan media lewat rilis,” katanya.

Autopsi dilakukan untuk penyindikkan lebih dalam, mencari alat barang bukti yang mengarah atau penyebab kematian balita yang diduga akibat penganiayaan.

Autopsi dilakukan tim forensik RSUD Ulin, Biddokes Polda Kalsel Kombes Pol dr Ubaidillah, dan Urkes Polrestabes Banjarmasin yang dipimpin dr Hj Nila Nirmala Sari Sp.F, MSi.

Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi
Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi

Penyelidikan dilakukan atas laporan kakek korban, SY (46), bahwa adanya kejanggalan pada tubuh cucunya saat meninggal dunia. Awalnya saat kejadian Minggu, (2/5/2021) sekitar pukul 17.00 WITA, kakek korban telah dihubungi pihak keluarga bahwa NM telah dirujuk ke rumah sakit.

BACA:  Isnan Tambah Ilmu Kepelatihan

Setelah mendapat kabar dari pihak keluarga, kakek beserta nenek korban NM segera menemui cucunya berada di RS Bhayangkara, setibanya di RS Bhayangkara sekitar pukul 17.30 WITA, kakek dan nenek korban menerima kabar cucunya NM sudah meninggal dunia. Kemudian kakek beserta nenek korban meminta kepada pihak perawat RS Bhayangkara untuk bisa melihat cucunya yang saat itu sudah meninggal dunia di ruang rawat.

Saat kakek beserta neneknya melihat jasad cucunya yang sudah tidak bernyawa itu, mereka melihat beberapa lebam biru di bagian wajah dan perut balita ini, saat itu korban NM mengenakan kaos putih dan juga memakai pampers yang ditutup dengan selimut. Pihak keluarga akhirnya membawa jasad balita ini ke rumah orangtua asuh korban yang dari kecil sampai umur 4,7 tahun.

BACA:  Hadapi PSBB, Pasokan Beras di Kabupaten Banjar Melimpah

Anak balita NM pun Senin 03 Mei 2021 dimakamkan pihak keluarga di TPU Pulau Beruang Banjarbaru.

Kemudian karena sang kakek masih penasaran dengan kematian cucunya itu, akhirnya kakek korban melaporkan ke Satreskrim Polrestabaes Banjarmasin.

Keterangan yang diterangkan Kasat Reskrim Kompol Alfian Tri Permadi bahwa melihat dari lebam biru pada bagian wajah dan perut korban, yang dilihat dari hasil rekam medik bahwa ditemukan kecurigaan bahwa korban tidak seperti kecelaakaan sepeda. “Nanti kita tunggu hasil autopsinya dulu,” ucap Kompol Alfian.(myr/sir)

 

 

 

 

 

(Visited 3 times, 2 visits today)
  • Bagikan
(Visited 3 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *