oleh

Poktan “Tunas Baru” Banua Lawas Bersiap Panen Bawang Merah

Menghadapi masa pandemi Covid-9, Desa Sungai Anyar Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (POKTAN) Tunas Baru telah bersiap panen bawang merah.

TABALONG,koranbanjar.net – Poktan Tunas Baru membuat sebuah kegiatan bertani untuk ketahanan pangan.

Mereka menanam bibit unggul bawang merah jenis Super Philips. Usai menanam bibit sekitar dua bulan lalu, sebentar lagi mereka melaksanakan panen bawang merah yang mereka tanam.

Ketua Kelompok Tani Tunas Baru Asmuni saat dihubungi mengatakan, bawang merah yang akan dipanen kurang lebih seluas 2 hektare.

“Umur tanaman 40 hari, jadi kemungkinan panen sekitar awal Desember, untuk varietas yang digunakan adalah Super Philips,” katanya.

Koordinator BPP Banua Lawas Yuli Permana SP membenarkan luas lahan tanaman bawang merah yang akan dipanen sekitar 2 hektare.

Sementara itu PPL WKPP Banua Lawas M.Syafei menyatakan, umur tanaman bawang merah yang siap dipanen bervariasi antara 60-70 hari tergantung kepada varietasnya.

Ciri-ciri tanaman bawang merah yang akan siap dipanen adalah umbi tampak besar dan beberapa daun terlihat berwarna kecoklatan.

Pemanenan sebaiknya dilakukan pada saat pagi hari saat cuaca cerah. Keadaan tanah pada saat panen diusahakan kering untuk mencegah pembusukan umbi.

“Kemudian panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman secara perlahan,” terang Syafei.

Lebih lanjut Asmuni menyatakan bahwa aktivitas petani di daerahnya tidak terganggu meski ada pandemi Covid-19.

“Untuk aktivitas petani di daerah kami normal-normal saja, seperti sedang tidak ada wabah saja dan para petani tetap berkegiatan seperti biasa, tapi kami tetap patuh dan taat pada aturan, memakai masker dan tetap menjaga jarak pada saat di lahan,” pungkas Asmuni

Hal Ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi dan berkegiatan walaupun di tengah pandemi Corona.

Kementerian Pertanian bertekad mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, seperti selalu diungkapkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini tidak boleh menyurutkan aktivitas pertanian,” kata Menteri Pertanian. (Susmawati/bbppbinuang/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: