Poktan Sambung Makmur dan Pengaron Dilatih Teknis Budidaya Tanaman Pangan

oleh -293 views

Petani di wilayah kerja BPP Sambung Makmur mendapat perhatihan dari Balai besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, melalui pelatihan teknis budidaya tanaman pangan di Lahan Sub-Optimal (Lahan Kering) di BPP Sambung Makmur dan Desa Panyiuran BPP Pengaron Kabupaten Banjar.

BANJAR,koranbanjar.net – “Kegiatan Pelatihan Teknis ini telah berjalan sejak tanggal 22 sampai 25 November yang akan berakhir pada tanggal 30 november 2020,” cetus Budiono, widyaiswara BBPP Binuang.

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

Ditambahkan dia, pelatihan dilakukan secara online (teori dan konsultasi bagi penyuluh) dan offline ( pemantapan konsep dan praktek lapang) bagi penyuluh dan petani.

“Hari ke-3 diikuti 23 ketua Kelompok Tani di wilayah BPP Sambung Makmur juga 13 PPL BPP Sambung Makmur dan Pengaron. Materi Pembelajaran Budidaya Secara polikultur,”sambung Budiono.

Mengutip materi pembelajaran, bahwa Kecamatan Sambung Makmur dan Pengaron  didominasi lahan kering bertekstur liat hingga liat berpasir, dan lempung berjenis Tanah dominasi podsolik merah kuning (PMK) yaitu tanah yang terbentuk dari batuan kuarsa.

Tanah ini terdiri dari berbagai tekstur, mulai dari pasir hingga bebatuan kecil. Tanah podolik merah kuning ini memiliki ciri-ciri berwarna merah sampai kuning, bersifat asam atau PH-nya rendah, kandungan unsur haranya rendah, dan kandungan bahan organiknya juga rendah.

Oleh karena potensi ini diarahkan untuk tanaman perkebunan (kopi,kakao,kayu manis, cengkeh) dan tanaman buah pisang yang ditumpangsari dengan tanaman semusim yang  mempercepat untuk pengkayaan bahan organik dan meningatkan kesuburan tanah.

“Dengan menanam beragam jenis secara bergiliran/rotasi dengan sistem lorong ditanami  Kedelai, Kacang Hijau, Kacang Tanah dan jagung, sorghum dan jellay,” kata Budiono.

Baharuddin, salah seorang peserta Ketua Kelompok Tani Sinar Bahagia,mengatakan pelatihan ini sangat manarik, banyak membahas hal riil sehari hari yang menjadi masalah petani, dapat ditanyakan dan mendapat solusi yang jelas, saya sangat puas atas  penjelasan fasilitator dari BBPP Binuang

“Betul, saya puas sekali atas penjelasan dengan contoh-contoh dan langkah langkah kerja yang praktis untuk di praktekkan,” ucapnya.

Khususnya inovasi teknologi bertanam kedelai, yang berdasarkan pengalaman selama ini selalu merugi.

“Namun dengan uraian yang disampaikan pembicara, saya percaya diri lagi untuk mengembangkan kedelai secara tumpangsari disela sela tanaman kebun,” imbuh H Bardi dan Jumain, peserta yang lain

“Selanjutnya hari Rabu, 25 November 2020 peserta penyuluh pertanian akan mengikuti kegiatan pelatihan secara Online melalui ZOOM “WISATANI” yang dikelola Tim Penyelenggara Pelatihan BBPP Binuang, hingga edisi ke-36,” ungkap Budiono.

Tanggal 26-29 November 2020, peserta akan mempraktekkan di lahan masing masing, untuk selanjutnya akan dilanjutkan dalam pertemuan pada tanggal 30 November 2020.

Untuk membahas kendala dan hasil selama praktek mandiri, dilanjutkan Praktek Lapang bersama di Desa Penyiur Kecamatan Pengaron. (Budiono/bbppbinung/dya)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *