oleh

PKK Banjarbaru Sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan

BANJARBARU,KORANBANJAR.NET – Wakil Ketua Wakil Ketua I TP PKK Kota Banjarbaru Hj Eny Apriyati Darmawan Jaya menghadiri acara sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), diadakan di aula Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, pekan tadi.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Banjarbaru Rusmadi, Dr Yanwar selaku narasumber, kader kesehatan/posyandu se Kcamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, seluruh staf pelaksana Kesga dan Gizi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Banjarbaru Rusmadi dalam laporannya menyampaikan, masa pada suatu tergantung pada keberhasilan yang optimal pada anak untuk tahun pertama kehidupan. Terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai berusia 2 tahun merupakan periode yang sangat penting. Sehingga periode ini, sekaligus masa-masa yang rentan terhadap pengaruh negative pada periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya.

“Kegiatan 1000 HPK merupakan kegiatan pemantauan tumbuh kembang yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga dan masyarakat, petugas kesehatan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah dari kader, PKK Kecamatan dan Kelurahan, SKPD terkait,” ucapnya.

Wakil Ketua Wakil Ketua I TP PKK Kota Banjarbaru Hj Eny Apriyati Darmawan Jaya menyampaikan dalam sambutannya 1000 HPK anak dihitung mulai dari anak masih dalam kandungan (9 bulan 10 = 280 hari) sampai anak tersebut berusia 2 tahun (720 hari. Periode umur anak dibawah 2 tahun sering dikenal dengan “periode emas,” sehingga untuk mendapatkan generasi yang sehat dan kuat demi mewujudkan indonesia prima, maka skala prioritas program adalah  anak yang  masih dalam  kandungan sampai ia berumur 2 tahun dan  jika pada 1000 hari pertama kehidupan, anak mengalami kekurangan gizi maka ada beberapa resiko, diantaranya penyakit tidak menular/ kronis, tergantung organ tubuh yang terkena, apabila ginjal, maka akan menderita gangguan ginjal, apabila pankreas maka akan beresiko penyakit diabetes tipe 2, apabila jantung akan beresiko menderita penyakit jantung, apabila otak yang terkena maka akan mengalami hambatan pertumbuhan kognitif, sehingga kurang cerdas dan kompetitif, serta gangguan pertumbuhan tinggi badan yang beresiko pendek/stunting.

“Kegiatan sosialisasi 1000 HPK merupakan upaya pemantauan tumbuh kembang yang menyeluruh, dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga dan masyarakat serta petugas kesehatan, selain itu juga merupakan indikator pembinaan tumbuh kembang anak, tidak hanya untuk meningkatkan status gizi anak tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak agar berkembang secara optimal,” ujarnya

Wakil Ketua Wakil Ketua I TP PKK Kota Banjarbaru Hj Eny Apriyati Darmawan Jaya berharap dengan adanya pertemuan 1000 HPK ini diharapkan agar selama hamil, makan makanan yang bergizi, memeriksakan kandungan  empat kali selama kehamilan, minum tablet tambah darah, bayi yang baru lahir dilakukan imd (inisiasi menyusui dini), memberikan asi eksklusif selama minimal 6 bulan.

“Lanjutkan pemberian ASI hingga berusia 2 tahun, menimbang berat badan bayi secara rutin setiap bulan, memberikan imunisasi dasar wajib bagi bayi, memberikan makanan pendamping  asi secara bertahap pada usia 6 bulan dan tetap memberikan ASI,” katanya

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan poster stunting oleh Wakil Ketua Wakil Ketua I TP PKK Kota Banjarbaru Hj Eny Apriyati Darmawan Jaya diserahkan kepada panitia sosialisasi 1000 HPK tahun 2019 disaksikan oleh Kepala Bidang kesehatan masyarakat Kota Banjarbaru Rusmadi, Dr Yanwar dan seluruh kader sosialisasi 1000 HPK tahun 2019. (maf/humaspemkobjb)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: