Baznas

Pertalite Naik Harga ‘Diam-diam’, Bikin Masyarakat Jadi Kaget dan Kecewa..

  • Bagikan

BANJAR, KORANBANJAR.NET – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sejak Sabtu (24/03), menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat. Hal ini turut dirasakan masyarakat Kalimantan Selatan khususnya wilayah Banjarbaru dan sekitarnya. Dari laman resmi PT. Pertamina (Persero), Kalimantan Selatan merupakan salah satu yang termasuk dalam daftar wilayah yang mengalami kenaikan harga BBM.

Meski kenaikan hanya terjadi untuk BBM jenis Pertalite saja, namun transparansi pemerintah terhadap masyarakat sangat perlu dipertanyakan, terlebih dalam hal yang substansial seperti ini.

Dari laman resmi milik pihak Pertamina, Kalimantan Selatan sejak 2018 sudah mengalami dua kali kenaikan harga BBM jenis Pertalite. Januari 2018 harga Pertalite berada pada kisaran harga Rp7.700, kemudian pada bulan Februari 2018 sedikit naik menjadi Rp7.800, yang terakhir sejak 24 Maret kemarin harga Pertalite naik Rp200 rupiah menjadi Rp8.000 per liternya.

Kenaikan harga BBM ini menimbulkan reaksi yang berbeda-beda dikalangan masyarakat. Ada yang menanggapi dengan positif, namun tidak sedikit pula yang merasa keberatan tentang kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM jenis Pertalite ini.

Hal utama yang menjadi pemicu ketidaksenangan masyarakat terhadap kebijakan ini adalah sikap keterbukaan yang dilakukan pemerintah dirasa kurang. Banyak masyarakat yang masih perlu kejelasan terkait penerapan regulasi ini.

Banyak masyarakat yang belum mengetahui secara pasti mengenai kebijakan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, pasalnya kenaikan ini tidak dibarengi dengan sosialisasi dari pihak pemerintah maupun perusahaan terkait.

Musaidi (43), salah seorang warga yang berprofesi sebagai penjual bensin eceran mengaku belum mengetahui kalau terjadi kenaikan BBM jenis Pertalite. Warga yang beralamat di Jalan Ir. PM Noor, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar saat ditemui wartawan koranbanjar.net, Rabu (28/03) mengungkapkan rasa kekecewaannya terkait adanya kenaikan harga BBM jenis pertalite ini.

“Sebenernya saya 100% tidak setuju, kalau bisa harga normal saja karena bensin biasa susah di cari jadi pake pertalite terus kalau harganya dinaikkan kasihan kami masyarakat kecil. Awalnya saya tidak tau sama sekali kalau ada kenaikan BBM jenis Pertalite, pihak SPBU juga tidak memberi tahu, setelah kejadian ini saya jadi agak kecewa,” tambahnya.

Pria yang kerap disapa Abuk ini menjelaskan, meski belum begitu terasa pengaruhnya terhadap harga kebutuhan pokok lain beliau berharap BBM jenis Perlite ini tidak naik lagi harganya.

“Semoga tidak ada kenaikan lagi, karena bisa memberatkan masyarakat, biasanya setelah ada info seperti ini terus menyebar maka imbasnya kebutuhan bahan pokok juga ikut naik, terlebih mendekati bulan ramadan,” pungkasnya.(mj-01/ana/kie)

  • Bagikan