oleh

Pernikahan Di Bawah Umur Jadi Bahan Edukasi KUA Kelua

KELUA, koranbanjar.net – KUA Kelua Kabupaten Tabalong akan menambahkan edukasi pembinaan permasalahan pernikahan di bawah umur dan termasuk dalam program Kampung KB di Desa Ampukung Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong.

Lembaga perkawinan itu sendiri akan memberikan sosialisasi kepada warga Ampukung tentang penguatan atau penyembuhan sanak keluarga.

“Kami berharap dari desa ada semacam identifikasi tentang persoalan perkawinan terutama yang melibatkan anak di bawah umur. Kalau di bawah umur kan sudah terkait dengan perundang-undangan itu ada izin dari pengadilan terutama untuk anak yang masih belum dewasa jadi harus ada usaha untuk pendewasaan perkawinan,” ucap Misrani Kepala KUA Kelua yang ikut hadir dalam sosialisasi Kampung KB tersebut.

Dia menghimbau para warga agar membawa permasalahan perkawinan ke badan pembinaan perkawinan.

Dikarenakan belakangan ini muncul perkawinan anak atau perkawinan di bawah umur atau pernikahan dini, dampak dari sisi positif dan negatif perlu diperhatikan.

Dampak-dampak yang cukup sering terjadi di masyarakat seperti pernikahan anak di bawah umur tidak memenuhi atau tidak tahu sebenarnya apa saja hak dan kewajiban sebagai suami istri itu.

“Jika ada permasalahan perkawinan, pemecahannya seperti apa? Apakah cukup melakukan musyawarah saja atau berlanjut ke KUA? Nah maka dari itu kami menyediakan diri dari kantor pembinaan perkawinan melalui BP4, Badan penasihat pembinaan dan pelestarian perkawinan. `Kalau ada permasalahan di Desa Ampukung ini bisa melalui kami, Insya Allah kami menyediakan setiap waktu. Karena kasus yang banyak masuk ke kami adalah kasus setelah punya anak,” sambungnya. (mj-26/dya)

Komentar

Berita Terkini